PM Inggris Dorong Voting Kesepakatan Setelah Dipaksa Tunda Brexit

Senin, 21 Oktober 2019 - 15:44 WIB
PM Inggris Dorong Voting...
PM Inggris Dorong Voting Kesepakatan Setelah Dipaksa Tunda Brexit
A A A
LONDON - Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson kembali mendorong voting kesepakatan Brexit di parlemen pada Senin (21/10) setelah dia dipaksa lawan-lawannya untuk mengirim surat meminta penundaan Brexit dari Uni Eropa (UE).

Dengan hanya 10 hari tersisa hingga Inggris dijadwalkan keluar dari UE pada 31 Oktober atau disebut Brexit, perselisihan politik semakin keras di Inggris tentang sejumlah isu. Para politisi masih membahas apakah Inggris akan meninggalkan UE dengan kesepakatan, keluar tanpa kesepakatan atau menggelar referendum kedua terkait Brexit.

PM Johnson ditekan lawan-lawannya di parlemen pada Sabtu (19/10) yang menginginkan perubahan pada urutan ratifikasi kesepakatan, sehingga PM harus mematuhi undang-undang (UU) yang meminta penundaan Brexit hingga 31 Januari.

Dalam aksi yang menggambarkan bagaimana Brexit mempengaruhi tatanan norma kenegaraan Inggris, Johnson mengirim catatan pada UE tanpa dia tanda tangani dan menambahkan surat lain dengan tanda tangan berisi penjelasan yang menentang penundaan yang dia anggap korosif.

"Perpanjangan lebih lanjut akan merusak kepentingan Inggris dan mitra UE kita, dan hubungan antara kita," ungkap Johnson dalam suratnya sendiri bertanda tangan Boris Johnson.

Pemerintah Inggris menegaskan pada Minggu (20/10) bahwa negara itu akan meninggalkan UE pada 31 Oktober dan pemerintah berencana agar kesepakatan Brexit divoting di parlemen pada Senin (21/10). Meski demikian, belum jelas apakah ketua parlemen akan mengizinkan voting tersebut.
(sfn)
Berita Terkait
Langgar Kesepakatan...
Langgar Kesepakatan Brexit, UE Seret Inggris ke Jalur Hukum
Inggris: Covid-19, Resesi,...
Inggris: Covid-19, Resesi, dan Brexit
Inggris Pisah dari UE,...
Inggris Pisah dari UE, Antara Optimisme dan Pesimisme
PM Inggris Bantah Berupaya...
PM Inggris Bantah Berupaya Batalkan Kesepakatan Brexit
Inggris setelah Brexit,...
Inggris setelah Brexit, Jadi Negara Adikuasa atau Makin Mundur?
Perdana Menteri Inggris...
Perdana Menteri Inggris Lupa Brexit Sudah Terjadi
Berita Terkini
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
45 menit yang lalu
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
1 jam yang lalu
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: Anda Curang atau Bodoh
1 jam yang lalu
Israel Balas Bombardir...
Israel Balas Bombardir Iran, Ledakan Guncang 3 Kota
2 jam yang lalu
IRGC: Rudal-rudal Balistik...
IRGC: Rudal-rudal Balistik Iran Gempur Pangkalan Udara Ramat David Israel
2 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
3 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved