Perdagangan Apel Kashmir Kembali Pulih Setelah Blokade India
Jum'at, 18 Oktober 2019 - 20:42 WIB
Perdagangan Apel Kashmir Kembali Pulih Setelah Blokade India
A
A
A
SRINAGAR - Lebih dari 10.000 truk mengangkut apel meninggalkan Kashmir yang dikontrol India pekan ini. Perkembangan ini menunjukkan wilayah itu kembali normal setelah India menerapkan pembatasan di wilayah itu sejak Agustus.
Apel menjadi komoditas utama dalam perekonomian Kashmir India dan melibatkan 3,5 juta orang. Industri apel sempat terhenti setelah jaringan telepon dan internet diputus oleh pemerintah India. Selain itu, ratusan orang ditahan oleh otoritas India setelah pemerintah pusat mencabut status otonomi Kashmir.
Ribuan truk tampak berbaris di jalan utama yang menghubungkan Kashmir ke wilayah India pada Kamis (18/10). Kondisi itu menunjukkan pemulihan dalam jalur perdagangan selama musim panen apel.
Sejak awal pekan ini, lebih dari 12.000 truk meninggalkan Kashmir membawa apel sebanyak 0,7 juta metrik ton pada tahun ini. Tahun lalu, jumlah apel yang dikirim mencapai 1 juta metrik ton.
"Ekspor telah berangkat," kata Ghulam Mohammad Dar, pejabat dari departemen holtikultura Kashmir.
Dia berharap industri apel akan tumbuh lebih dari tahun lalu yang mencapai 2,2 juta metrik ton.
Beberapa jaringan telepon seluler telah pulih dan pembatasan gerak telah dilonggarkan sehingga para pedagang dapat menghubungi para pembeli di luar Kashmir. Jaringan internet masih diputus di Kashmir karena otoritas India khawatir dapat digunakan untuk menggelar unjuk rasa.
Apel menjadi komoditas utama dalam perekonomian Kashmir India dan melibatkan 3,5 juta orang. Industri apel sempat terhenti setelah jaringan telepon dan internet diputus oleh pemerintah India. Selain itu, ratusan orang ditahan oleh otoritas India setelah pemerintah pusat mencabut status otonomi Kashmir.
Ribuan truk tampak berbaris di jalan utama yang menghubungkan Kashmir ke wilayah India pada Kamis (18/10). Kondisi itu menunjukkan pemulihan dalam jalur perdagangan selama musim panen apel.
Sejak awal pekan ini, lebih dari 12.000 truk meninggalkan Kashmir membawa apel sebanyak 0,7 juta metrik ton pada tahun ini. Tahun lalu, jumlah apel yang dikirim mencapai 1 juta metrik ton.
"Ekspor telah berangkat," kata Ghulam Mohammad Dar, pejabat dari departemen holtikultura Kashmir.
Dia berharap industri apel akan tumbuh lebih dari tahun lalu yang mencapai 2,2 juta metrik ton.
Beberapa jaringan telepon seluler telah pulih dan pembatasan gerak telah dilonggarkan sehingga para pedagang dapat menghubungi para pembeli di luar Kashmir. Jaringan internet masih diputus di Kashmir karena otoritas India khawatir dapat digunakan untuk menggelar unjuk rasa.
(sfn)