Malaysia Harus Siap Hadapi Konflik Terburuk di Laut China Selatan

Kamis, 17 Oktober 2019 - 13:17 WIB
Malaysia Harus Siap...
Malaysia Harus Siap Hadapi Konflik Terburuk di Laut China Selatan
A A A
KUALA LUMPUR - Menteri Luar Negeri (Menlu) Malaysia Saifuddin Abdullah menegaskan negaranya perlu meningkatkan kemampuan Angkatan Laut (AL) untuk bersiap menghadapi kemungkinan konflik di Laut China Selatan. Malaysia juga terus mendorong non-militerisasi wilayah perairan tersebut.

Ketegangan meningkat dalam beberapa pekan terakhir, terutama setelah kapal destroyer AL Amerika Serikat (AS) berlayar dekat kepulauan yang diklaim China bulan lalu. China menganggap aksi itu sebagai tantangan. Adapun AS menilainya sebagai latihan kebebasan navigasi.

Menlu Saifuddin menjelaskan, Malaysia dapat mengajukan nota protes jika China melanggar wilayahnya tapi Kuala Lumpur kekurangan aset AL dan penegak maritim sehingga Malaysia tak diuntungkan jika terjadi konflik. Menurut dia, aset AL Malaysia akan kesulitan menandingi Penjaga Pantai China yang hampir 24 jam hadir di sekitar South Luconia Shoals di sebelah timur Sarawak, Malaysia.

"Kapal-kapal Angkatan Laut kami di bawah AL Kerajaan Malaysia lebih kecil dibandingkan kapal-kapal Penjaga Pantai dari China," ungkap Saifuddin saat sesi tanya jawab di parlemen Malaysia, dilansir Reuters.

Dia menambahkan, "Kita tidak ingin (konflik) terjadi, tapi aset kita perlu ditingkatkan sehingga dapat mengelola perairan kita lebih baik jika terjadi konflik antara kekuatan-kekuatan besar di Laut China Selatan."

China mengklaim hampir sebagian besar Laut China Selatan yang menjadi jalur pelayaran komersial senilai USD3,4 triliun per tahun. Meski demikian, klaim China itu bersinggungan dengan klaim wilayah oleh Malaysia, Vietnam, Filipina, Brunei dan Taiwan.

Beijing menuduh AS meningkatkan ketegangan dengan mengirim banyak kapal perang dan pesawat tempur mendekati kepulauan yang diklaim China. Malaysia kini tak terlalu kritis dalam isu itu setelah China mengucurkan dana miliaran dolar untuk berbagai proyek infrastruktur dalam inisiatif Jalur Sutra Baru.
(sfn)
Berita Terkait
Malaysia Marah Lautnya...
Malaysia Marah Lautnya Dimasuki Kapal-kapal China
Dokumen Rahasia Berisi...
Dokumen Rahasia Berisi Ancaman China ke Malaysia Bocor, Apa yang Diperebutkan?
Kapal China Buntuti...
Kapal China Buntuti Kapal Malaysia di Laut China Selatan
Situasi Laut China Selatan...
Situasi Laut China Selatan Menegangkan, Malaysia Tembak Mati Nelayan Vietnam
5 Negara Protes Peta...
5 Negara Protes Peta Baru China yang Caplok Wilayah Sengketa
4 Negara yang Terimbas...
4 Negara yang Terimbas Peta Baru China, dari India hingga Malaysia
Berita Terkini
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
41 menit yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
1 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
2 jam yang lalu
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
2 jam yang lalu
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
3 jam yang lalu
Dunia Tahu Israel Memiliki...
Dunia Tahu Israel Memiliki Senjata Nuklir, tapi Kenapa Diam Saja?
4 jam yang lalu
Infografis
Kapal Selam Nuklir China...
Kapal Selam Nuklir China Terperangkap di Bawah Laut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved