Barista Starbucks di AS Menulis ISIS di Kopi Pelanggan Muslim

Jum'at, 06 September 2019 - 06:28 WIB
Barista Starbucks di...
Barista Starbucks di AS Menulis ISIS di Kopi Pelanggan Muslim
A A A
PHILADELPHIA - Niquel Johnson, 40, seorang pria Muslim yang mengenakan jubah tradisional Timur Tengah di kedai Starbucks di Philadelphia terkejut setelah seorang barista menulis "ISIS" pada kopi yang dia pesan. Tulisan tendensius itu terdapat di cangkir kopi.

ISIS adalah singkatan dari Islamic State of Iraq and Syria, sebuah kelompok ekstremis yang melakukan banyak kebrutalan di Irak dan Suriah. Kelompok itu dipimpin Abu Bakr al-Baghdadi.

Kejadian tak mengenakkan itu dialami Johnson pada 25 Agustus lalu. Tulisan ISIS dia dapati setelah dia memberi tahu barista Starbucks bahwa namanya "Aziz".

"Abdul Aziz adalah nama yang biasa saya gunakan; itu artinya hamba Yang Mahakuasa," kata Johnson kepada NBC News. "Tapi saya menyingkatnya untuk mereka. 'Aziz' saja berarti perkasa," ujarnya, menggambarkan insiden baru-baru ini.

Sekitar 20 menit setelah mengambil minuman kopi Starbucks-nya, Johnson menyadari bahwa barista itu menuliskan "ISIS" di cangkirnya.

"Awalnya saya terkejut, dan kemudian marah karena saya merasa seolah-olah didiskriminasi," kata Johnson, yang dilansir Jumat (6/9/2019).

Namun, pihak Starbucks melalui seorang juru bicara mengatakan kepada NBC News bahwa insiden itu bukan hasil diskriminasi.

“Pelanggan mendekati dan memberikan nama Aziz. Si barista salah mengeja kata itu," lanjut juru bicara tersebut.

Johnson mengajukan keluhan resmi kepada pihak Starbucks pada hari Senin dan diberi tahu melalui email bahwa dia akan dihubungi dalam satu atau dua hari kerja. Namun dia mengaku perusahaan itu tidak pernah menghubunginya.

Juru bicara Starbucks memberikan cerita versi lain dengan mengklaim bahwa cabang kedai kopi setempat telah melakukan kontak dengan Johnson dan meminta maaf atas kesalahan tersebut.

Juru bicara Starbucks yang lain mengatakan bahwa manajer kedai cabang distrik setempat telah berbicara dengan seseorang yang mengaku sebagai keponakan Johnson. Namun, Johnson mengklaim bahwa tidak ada yang menghubungi keponakannya yang baru berusia 13 tahun.

Insiden ini terjadi lebih dari setahun setelah 8.000 lokasi Starbucks di seluruh AS ditutup untuk pelatihan anti-bias, yang didorong oleh penangkapan dua pria kulit hitam di sebuah Starbucks Philadelphia pada bulan April 2018. Para pria sedang menunggu teman mereka ketika mereka ditangkap setelah pemilik kedai kopi menganggap mereka ancaman.

"Anda akan berpikir mereka akan sedikit lebih sensitif dan pelatihan akan lebih baik," kata Johnson kepada NBC News.
(mas)
Berita Terkait
Senator Republik: Amerika...
Senator Republik: Amerika Serikat Akan Kembali ke Afghanistan
Mengapa ISIS Tak Pernah...
Mengapa ISIS Tak Pernah Menyerang Israel dan Amerika Serikat?
Bunuh Sandera AS, Dua...
Bunuh Sandera AS, Dua Algojo ISIS Mengaku Tidak Bersalah
Mengapa AS dan Aliansinya...
Mengapa AS dan Aliansinya Gagal Membendung Kebangkitan ISIS di Timur Tengah?
Inggris Kirim Bukti...
Inggris Kirim Bukti Terkait Algojo ISIS 'The Beatles' ke AS
Anggota Grup Jagal ISIS...
Anggota Grup Jagal ISIS Berjuluk The Beatles Akan Diekstradisi ke AS
Berita Terkini
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
15 menit yang lalu
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
1 jam yang lalu
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
1 jam yang lalu
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
2 jam yang lalu
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
3 jam yang lalu
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
4 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved