Pemimpin Hong Kong Siap Berdialog dan Berjanji Lakukan Penyelidikan

Selasa, 20 Agustus 2019 - 15:07 WIB
Pemimpin Hong Kong Siap...
Pemimpin Hong Kong Siap Berdialog dan Berjanji Lakukan Penyelidikan
A A A
HONG KONG - Pemimpin Hong Kong Carrie Lam berharap aksi demonstrasi damai yang terjadi pada akhir pekan lalu adalah awal dari upaya untuk memulihkan perdamaian. Ia juga mengatakan pemerintah Hong Kong akan berdialog dengan pengunjuk rasa dan menangani keluhan terhadap tindakan represif polisi.

"Saya telah menjelaskan dan menguraikan dua bidang pekerjaan penting yang sedang kami lakukan," kata Lam kepada wartawan.

"Salah satunya adalah studi pencarian fakta yang penting selain sistem yang sangat kuat untuk menyelidiki dan melihat pengaduan terhadap polisi selama periode konfrontasi dan kekerasan yang berkepanjangan ini," terangnya seperti dikutip dari Channel News Asia, Selasa (20/8/2019).

Dalam kesempatan itu, Lam juga menegaskan jika rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi yang menjadi pemicu gelombang aksi demonstrasi telah "mati."

"Pertanyaan kedua telah berulang kali saya jawab di berbagai lokasi dan saya dapat memberi Anda komitmen yang sangat jelas ini di tingkat politik bahwa RUU itu sudah mati," tegas Lam.

"Tidak ada rencana untuk menghidupkan kembali RUU itu, terutama mengingat keprihatinan publik," imbuhnya.

Lam juga mengatakan pengawas polisi telah membentuk satuan tugas untuk menyelidiki pengaduan terhadap taktik yang semakin agresif untuk membubarkan demonstrasi. Lebih dari 700 orang telah ditangkap sejak Juni.

Lam mengatakan dia berharap Hong Kong memiliki keuntungan yang unik dalam menarik perusahaan luar negeri. "Salah satu kekuatan terpenting adalah aturan hukum," katanya.

Ratusan ribu pemrotes berunjuk rasa secara damai di kota yang dikuasai Cina itu dalam hujan lebat pada hari Minggu di minggu kesebelas dari apa yang sering menjadi demonstrasi kekerasan.'

Aksi demonstrasi meletus pada bulan Juni lalu karena RUU ekstradisi yang memungkinkan tersangka pelaku tindak kriminal di bekas jajahan Inggris itu diekstradisi ke China.

Namun belakangan aksi kerusuhan lebih dipicu pada kekhawatiran yang lebih luas yaitu berkuranganya hak-hak yang dijamin berdasarkan formula "satu negara, dua sistem" yang diterapkan setelah kembalinya Hong Kong ke China pada tahun 1997, termasuk pengadilan independen dan hak untuk protes.

Selain pengunduran diri Lam, para demonstran memiliki lima tuntutan yaitu pencabutan lengkap RUU ekstradisi, penghentian deskripsi aksi protes sebagai "kerusuhan", pengabaian tuduhan terhadap mereka yang ditangkap, penyelidikan independen dan dimulainya kembali reformasi politik.
(ian)
Berita Terkait
Tidak Setia pada China,...
Tidak Setia pada China, Politisi dan Pejabat Hong Kong Dilarang Menjabat
Pemimpin Hong Kong Carrie...
Pemimpin Hong Kong Carrie Lam Terima Surat Berisi Silet dan Ancaman
Menteri Hong Kong Bela...
Menteri Hong Kong Bela UU Keamanan Bentukan China
Mengapa Hong Kong Ingin...
Mengapa Hong Kong Ingin Undang Undang Keamanan Nasional yang Baru?
Legislatif China Sahkan...
Legislatif China Sahkan Draft RUU Keamanan Nasional Hong Kong
Gedung Parlemen Hong...
Gedung Parlemen Hong Kong Dijaga Ratusan Polisi Jelang Protes
Berita Terkini
Usai Serang Iran, Trump...
Usai Serang Iran, Trump Briefing Netanyahu tentang Taktik AS di Teluk
41 menit yang lalu
10 Rudal Iran Gempur...
10 Rudal Iran Gempur Pangkalan Yordania dan Pusat Komando AS di Timur Tengah
1 jam yang lalu
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
10 jam yang lalu
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
11 jam yang lalu
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
12 jam yang lalu
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
13 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved