PM Mahathir Nilai Zakir Naik Ingin Terlibat Politik Rasial di Malaysia

Minggu, 18 Agustus 2019 - 21:45 WIB
PM Mahathir Nilai Zakir...
PM Mahathir Nilai Zakir Naik Ingin Terlibat Politik Rasial di Malaysia
A A A
KUALA LUMPUR - Perdana Menteri Mahathir Mohamad menegaskan bahwa pemerintah Malaysia tidak melarang orang berceramah agama. Namun, dia menilai penceramah asal India, Zakir Naik, ingin terlibat politik rasial di negara multiras tersebut.

Pemimpin Malaysia ini mengatakan aturan hukum akan dikenakan pada Zakir Naik atas tuduhan bahwa ia telah berceramah tentang politik rasial dan memicu ketegangan rasial.

Perdana Menteri Mahathir mengaku tidak yakin siapa yang memberinya status penduduk tetap, namun terlepas dari itu, siapa pun yang memegang status itu tidak dapat berpartisipasi dalam politik.

"Guru agama dapat berceramah tetapi dia tidak melakukan itu. Dia berbicara tentang mengirim orang China kembali ke China dan orang India kembali ke India. Itu politik," kata Mahathir dalam konferensi pers setelah meluncurkan "62nd International Statistical Institute World Statistics Congress 2019" pada hari Minggu (18/8/2019).

Baru-baru ini, Negara Bagian Penang, Perlis, Kedah dan Sarawak dilaporkan telah melarang Zakir Naik berbicara di depan umum.

Mahathir mengatakan bahwa pemerintah berhati-hati tentang cara menyampaikan hal-hal yang sensitif terhadap berbagai komunitas di negara tersebut.

"Say belum pernah mengatakan hal semacam ini. Tapi dia menyuruh orang China untuk kembali," ujarnya, dikutip The Star.

"Jika Anda ingin berbicara tentang agama, silakan, maka itu dibolehkan. Kami tidak ingin menghentikannya dari itu. Tetapi sangat jelas ia ingin berpartisipasi dalam politik rasial di Malaysia. Sekarang, ia membangkitkan perasaan rasial. Itu buruk," kata Perdana Menteri.

Karena itu, lanjut Mahathir, polisi harus menyelidiki apakah penceramah itu menyebabkan ketegangan atau tidak, yang menurutnya, jelas dia melakukannya.

"Apa pun tindakan yang kami ambil akan sesuai dengan hukum. Pemerintah ini menghormati aturan hukum," katanya.

Dalam sebuah ceramah keagamaan di Kota Baru, Kelantan, pada 8 Agustus, Zakir menanggapi seruan untuk deportasinya dengan mengatakan bahwa orang China atau Tionghoa Malaysia harus "kembali" terlebih dahulu karena mereka adalah "tamu lama" dari negara tersebut.

Sebelum ini, Zakir mengatakan umat Hindu di Malaysia lebih loyal kepada Perdana Menteri India Narendra Modi daripada kepada Mahathir.
(mas)
Berita Terkait
Mantan PM Malaysia Najib...
Mantan PM Malaysia Najib Razak Terbebas dari Jeratan Korupsi
Tas Mewah Koleksinya...
Tas Mewah Koleksinya Rusak Saat Disita, Istri Najib Tuntut Ganti Rugi
Mahathir Siapkan Partai...
Mahathir Siapkan Partai Baru untuk Galang Dukungan Etnis Melayu
Mahathir Mohamad: Najib...
Mahathir Mohamad: Najib Razak Berjalan Bebas seperti Orang Tak Bersalah
Ratusan Tas Mewah Istri...
Ratusan Tas Mewah Istri Najib Rusak di Tangan Polisi yang Menyitanya
Sidang Korupsi 1MDB:...
Sidang Korupsi 1MDB: Najib Razak Dinyatakan Bersalah atas 7 Tuduhan
Berita Terkini
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
1 jam yang lalu
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
2 jam yang lalu
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
3 jam yang lalu
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
4 jam yang lalu
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
5 jam yang lalu
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
6 jam yang lalu
Infografis
Reshuffle di Ujung Pemerintahan...
Reshuffle di Ujung Pemerintahan Jokowi Berbau Kepentingan Politik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved