PM Pakistan Mengaku Ingin Temui Pemimpin Taliban
Selasa, 30 Juli 2019 - 20:33 WIB
PM Pakistan Mengaku Ingin Temui Pemimpin Taliban
A
A
A
ISLAMABAD - Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mehmood Qureshi mengatakan, Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan ingin melalukan pertemuan dengan pemimpin Taliban. Khan ingin bertemu dengan Taliban untuk "merayu" mereka agar mau melakukan negosiasi langsung dengan pemerintah Afghanistan.
"Perdana Menteri ingin mengadakan pertemuan dengan Taliban," kata Qureshi dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Selasa (30/7).
Namun, Qureshi menegaskan, bahwa Pakistan hanya berfungsi sebagai perantara dan bukan penjamin dari pembicaraan damai intra-Afghanistan. Qureshi berharap, Afghanistan atau pihak lain tidak terlalu membebankan hal ini kepada Pakistan.
"Pakistan bergerak maju dengan itikad baik. Tetapi, Pakistan bukan penjamin, tetapi hanya fasilitator dalam proses perdamaian Afghanistan. Seluruh tanggung jawab proses perdamaian Afghanistan tidak dapat diletakkan di Pakistan. Ini adalah tanggung jawab bersama semua pemangku kepentingan untuk memajukan proses perdamaian," ucapnya.
Sementara itu, sebelumnya Taliban menyatakan, mereka tidak akan melakukan pembicaraan dengan pemerintah Afghanistan dalam waktu dekat. Ini adalah respon atas pernyataan yang dilontarkan oleh seorang Menteri Afghanistan.
Menteri Negara Urusan Perdamaian Afghanistan, Abdul Salam Rahimi mengatakan, bahwa pembicaraan langsung dengan Taliban akan diadakan dalam dua minggu ke depan, di salah satu negara Eropa. Rahimi menyebut, pemerintah akan diwakili oleh delegasi beranggotakan 15 orang.
Namun Suhail Shaheen, juru bicara kantor politik Taliban di Qatar, membantah hal itu. Dia mengatakan, pembicaraan dengan pemerintah Afghanistan hanya akan terjadi setelah kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS) mengenai penarikan mundur pasukan.
"Perdana Menteri ingin mengadakan pertemuan dengan Taliban," kata Qureshi dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Selasa (30/7).
Namun, Qureshi menegaskan, bahwa Pakistan hanya berfungsi sebagai perantara dan bukan penjamin dari pembicaraan damai intra-Afghanistan. Qureshi berharap, Afghanistan atau pihak lain tidak terlalu membebankan hal ini kepada Pakistan.
"Pakistan bergerak maju dengan itikad baik. Tetapi, Pakistan bukan penjamin, tetapi hanya fasilitator dalam proses perdamaian Afghanistan. Seluruh tanggung jawab proses perdamaian Afghanistan tidak dapat diletakkan di Pakistan. Ini adalah tanggung jawab bersama semua pemangku kepentingan untuk memajukan proses perdamaian," ucapnya.
Sementara itu, sebelumnya Taliban menyatakan, mereka tidak akan melakukan pembicaraan dengan pemerintah Afghanistan dalam waktu dekat. Ini adalah respon atas pernyataan yang dilontarkan oleh seorang Menteri Afghanistan.
Menteri Negara Urusan Perdamaian Afghanistan, Abdul Salam Rahimi mengatakan, bahwa pembicaraan langsung dengan Taliban akan diadakan dalam dua minggu ke depan, di salah satu negara Eropa. Rahimi menyebut, pemerintah akan diwakili oleh delegasi beranggotakan 15 orang.
Namun Suhail Shaheen, juru bicara kantor politik Taliban di Qatar, membantah hal itu. Dia mengatakan, pembicaraan dengan pemerintah Afghanistan hanya akan terjadi setelah kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS) mengenai penarikan mundur pasukan.
(esn)