Inggris Bersedia Lepaskan Kapal Tanker Minyak Iran, Ini Syaratnya

Minggu, 14 Juli 2019 - 02:39 WIB
Inggris Bersedia Lepaskan...
Inggris Bersedia Lepaskan Kapal Tanker Minyak Iran, Ini Syaratnya
A A A
LONDON - Inggris bersedia untuk melepaskan kapal tanker minyak Grace 1 milik Iran dengan syarat. Syaratnya adalah adanya jaminan bahwa kapal itu tidak membawa minyak ke Suriah.

Kapal tanker minyak rakasasa tersebut disita atau dirampas Marinir Kerajaan Inggris di lepas pantai Gibraltar pada 4 Juli. Kapal disita karena dianggap akan menuju ke suriah yang statusnya sedang dijatuhi sanksi Uni Eropa.

Menteri Negara untuk Urusan Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris Jeremy Hunt mengaku telah membahas nasib kapal Grace 1 dengan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif pada hari Sabtu (13/7/2019).

"Inggris akan memfasilitasi pembebasan jika kami menerima jaminan bahwa (kapal) itu tidak akan pergi ke Suriah, mengikuti proses hukum di pengadilan Gibraltar," tulis Hunt di Twitter.

Menurut Hunt, selama pembicaraan konstruktif mereka, Zarif mengatakan kepadanya bahwa Iran ingin menyelesaikan pertengkaran diplomatik dan tidak menginginkan eskalasi.

Hubungan Iran dan Inggris tegang setelah penyitaan kapal tanker minyak Grace 1 di lepas pantai Gibraltar. Otoritas Inggris menuduh Teheran berusaha menyelundupkan minyak ke Suriah yang dilanda perang, yang berarti melanggar sanksi yang dijatuhkan Uni Eropa untuk rezim Presiden Bashar al-Assad.

Teheran mengecam penyitaan kapal itu dengan menyebutnya sebagai "perampokan". Teheran membantah bahwa kapal tanker minyak tersebut berencana pergi ke Suriah.

Pada hari Jumat, polisi Gibraltar mengaku telah membebaskan awak kapal tanker minyak yang mengibarkan bendera Panama tersebut. Kendati demikian, penyelidikan atas dugaan pelanggaran sanksi Uni Eropa terhadap Suriah yang dikakukan kapal Grace 1 masih berlangsung.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif belum mengomentari pembicaraan dengan Hunt. Media Iran melaporkan bahwa Zarif telah berangkat ke New York untuk menghadiri konferensi PBB. Kunjungann ke markas PBB di New York itu berlangsung ketika ketegangan antara Iran dengan Washington sedang memanas.
(mas)
Berita Terkait
Pangkalannya di Suriah...
Pangkalannya di Suriah Diserang, AS Perpanjang Operasi Kapal Induk
Inggris Bersiap Kerahkan...
Inggris Bersiap Kerahkan Kapal Induk ke Timur Tengah, Perang Makin Panas
Dua Kapal Perang Iran...
Dua Kapal Perang Iran dengan Tujuan Venezuela, Ubah Arah ke Suriah
Perang Memanas, Kapal...
Perang Memanas, Kapal Selam Nuklir Inggris Bergerak dalam Jangkauan Serangan ke Iran
Israel Serang Kapal...
Israel Serang Kapal Iran yang Membawa Minyak ke Suriah
Presiden Iran Pergi...
Presiden Iran Pergi ke Suriah untuk Rayakan Kemenangan
Berita Terkini
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
1 jam yang lalu
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
2 jam yang lalu
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
2 jam yang lalu
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
3 jam yang lalu
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
3 jam yang lalu
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
4 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved