Pangkalannya di Suriah Diserang, AS Perpanjang Operasi Kapal Induk
Sabtu, 01 April 2023 - 12:20 WIB
loading...
AS perpanjang misi kapal induk George HW Bush dan kelompok tempurnya setelah pangkalan Amerika di Suriah diserang drone. Foto/REUTERS/Hannah McKay
A
A
A
DAMASKUS - Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk memperpanjang jadwal operasi kapal induk George H.W. Bush dan kelompok tempurnya. Keputusan itu diambil setelah pangkalannya di Suriah timur laut diserang drone yang menewaskan seorang kontraktor Amerika pekan lalu.
Keputusan tersebut berarti Kelompok Tempur Kapal Induk George H.W. Bush dan lebih dari 5.000 tentara AS, yang sekarang berada di wilayah operasional Komando Eropa, tidak akan kembali ke pelabuhan asal di Amerika Serikat sesuai jadwal.
Mengutip laporan Reuters, Sabtu (1/4/2023), juru bicara Komando Pusat (CENTCOM) AS Kolonel Joe Buccino telah mengonfirmasi perpanjangan jadwal misi kelompok kapal induk tersebut.
Baca Juga: Serangan Drone Membunuh Kontraktor AS, Amerika Balas Bombardir Suriah
“Perpanjangan dari Kelompok Tempur Kapal Induk George H.W Bush, termasuk [kapal perang] USS Leyte Gulf, USS Delbert D. Black, dan USNS Arktik, memungkinkan opsi untuk berpotensi meningkatkan kemampuan CENTCOM untuk menanggapi berbagai kemungkinan di Timur Tengah," kata Buccino dalam sebuah pernyataan.
Keputusan tersebut berarti Kelompok Tempur Kapal Induk George H.W. Bush dan lebih dari 5.000 tentara AS, yang sekarang berada di wilayah operasional Komando Eropa, tidak akan kembali ke pelabuhan asal di Amerika Serikat sesuai jadwal.
Mengutip laporan Reuters, Sabtu (1/4/2023), juru bicara Komando Pusat (CENTCOM) AS Kolonel Joe Buccino telah mengonfirmasi perpanjangan jadwal misi kelompok kapal induk tersebut.
Baca Juga: Serangan Drone Membunuh Kontraktor AS, Amerika Balas Bombardir Suriah
“Perpanjangan dari Kelompok Tempur Kapal Induk George H.W Bush, termasuk [kapal perang] USS Leyte Gulf, USS Delbert D. Black, dan USNS Arktik, memungkinkan opsi untuk berpotensi meningkatkan kemampuan CENTCOM untuk menanggapi berbagai kemungkinan di Timur Tengah," kata Buccino dalam sebuah pernyataan.
Lihat Juga :