Iran Siap Rekonstruksi Suriah yang Hancur Akibat Perang Saudara
Minggu, 12 Desember 2021 - 15:20 WIB
loading...
Kehancuran akibat perang saudara di Suriah. FOTO/Reuters
A
A
A
TEHERAN - Wakil Presiden Iran untuk urusan parlemen, Mohammad Hosseini, telah mengumumkan bahwa Iran siap membantu merekonstruksi Suriah , menyusul satu dekade konflik yang sedang berlangsung di mana Teheran terlibat.
Dalam pertemuan dengan Duta Besar Suriah untuk Iran, Shafiq Dayoub, Sabtu (11/12/2021), Hosseini menyatakan bahwa pemerintah Iran di bawah presiden baru Ebrahim Raisi memberikan prioritas besar untuk memperluas hubungan dengan negara-negara tetangga dan kawasan, terutama Suriah, yang disebutnya sebagai sekutu dan mitra strategis.
Baca: Turki: Lebih dari 1 Juta Warga Suriah Telah Kembali ke Negara Mereka
“Teheran akan berusaha keras untuk terus membantu rezim Suriah Bashar al-Assad dan untuk melindungi integritas teritorialnya dari oposisi Suriah dan negara-negara asing, termasuk dalam membantu rekonstruksi bagian-bagian negara di bawah kekuasaan Assad,” kata Hosseini.
Hosseini juga mengulangi seruan Iran agar pasukan Amerika Serikat (AS) menarik diri dari Suriah dan Irak – di mana mereka terus memiliki kehadiran dan pengaruh militer. Kondisi ini sama seperti saat mereka dipaksa meninggalkan Afghanistan setelah 20 tahun. Menurut Hosseini, mereka masih mencuri minyak Suriah dan secara mengejutkan dunia tidak mengutuk perilaku AS ini.
Dalam pertemuan dengan Duta Besar Suriah untuk Iran, Shafiq Dayoub, Sabtu (11/12/2021), Hosseini menyatakan bahwa pemerintah Iran di bawah presiden baru Ebrahim Raisi memberikan prioritas besar untuk memperluas hubungan dengan negara-negara tetangga dan kawasan, terutama Suriah, yang disebutnya sebagai sekutu dan mitra strategis.
Baca: Turki: Lebih dari 1 Juta Warga Suriah Telah Kembali ke Negara Mereka
“Teheran akan berusaha keras untuk terus membantu rezim Suriah Bashar al-Assad dan untuk melindungi integritas teritorialnya dari oposisi Suriah dan negara-negara asing, termasuk dalam membantu rekonstruksi bagian-bagian negara di bawah kekuasaan Assad,” kata Hosseini.
Hosseini juga mengulangi seruan Iran agar pasukan Amerika Serikat (AS) menarik diri dari Suriah dan Irak – di mana mereka terus memiliki kehadiran dan pengaruh militer. Kondisi ini sama seperti saat mereka dipaksa meninggalkan Afghanistan setelah 20 tahun. Menurut Hosseini, mereka masih mencuri minyak Suriah dan secara mengejutkan dunia tidak mengutuk perilaku AS ini.
Lihat Juga :