Rilis Video, ISIS Klaim Muncul di Turki

Jum'at, 12 Juli 2019 - 02:14 WIB
Rilis Video, ISIS Klaim...
Rilis Video, ISIS Klaim Muncul di Turki
A A A
ANKARA - Kelompok Islamic State atau ISIS merilis video propaganda yang diklaim dibuat dari wilayah Turki. Sejumlah militan dalam video tersebut mengucapkan sumpah setia kepada pemimpin Islamic State Abu Bakr al-Baghdadi.

Para militan tersebut mengaku berada di sebuah area yang mereka sebut "Wilayah Turki". Keaslian video tersebut belum bisa diverifikasi secara independen. Jika terkonfirmasi, maka itu menjadi yang pertama kalinya ISIS memiliki kehadiran di negara yang Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Video berdurasi lima menit tersebut dirilis pada 10 Juli 2019. Video menunjukkan tiga militan duduk di depan bendera hitam khas ISIS dan memegang senjata. Mereka kemudian bergabung dengan dua militan lainnya ketika mengucapkan sumpah setia kepada al-Baghdadi.

Seorang militan yang yang berbicara dalam tayangan tersebut mengidentifikasi diri bernama Abu Qatada at-Turki. Dia mengumbar ancaman terhadap Turki dan Amerika Serikat (AS). Mengutip The Defense Post, Jumat (12/7/2019), ada beberapa seri video yang telah dirilis kelompok tersebut di berbagai negara.

Kelompok peneliti senjata Calibre Obscura mencatat bahwa para militan terlihat bersenjata lengkap dibandingkan dengan para militan yang terlihat dalam video lain. Beberapa senjata itu antara lain senapan sniper Draganov, senapan mesin PKM, peluncur granat berpeluncur RPG-7, dua senapan serbu AKMS, pistol Glock, dan beberapa granat.

Sejauh ini video yang telah dirilis dari afiliasi ISIS antara lain ISIS di Khorasan (yang meliputi Afghanistan dan Iran), Qawqaz (Kaukasus), Asia Timur, Sinai (Mesir), Afrika Barat (mencakup Mali dan Burkina Faso), dan Libya.

Video kelompok ekstremis di Turki itu muncul setelah kelompok ISIS di Irak dan Suriah kehilangan wilayahnya. Kemunculan ISIS di Turki juga menyerukan persatuan kelompok tersebut di bawah kepemimpinan al-Baghdadi. Pemerintah Erdogan belum berkomentar atas klaim ISIS yang muncul di negara tersebut.

Kelompok Islamic State diyakini bertanggung jawab atas beberapa serangan teror di Turki, termasuk pengeboman pada Oktober 2015 di Diyarbakir dan Ankara, dan tiga bom bunuh diri di Bandara Atatürk pada Juni 2016.

ISIS tidak mengaku bertanggung jawab atas serangan-serangan itu. Kelompok tersebut pernah mengklaim serangan besar di Turki, yakni serangan senjata terhadap kelab malam Reina di Istanbul pada perayaan Tahun Baru 2017.
(mas)
Berita Terkait
Sekutu AS Tuduh Turki...
Sekutu AS Tuduh Turki Beri Zona Aman untuk ISIS
4.500 Tahanan ISIS Dipindahkan...
4.500 Tahanan ISIS Dipindahkan dari Suriah ke Irak
Turki Ingin AS Angkat...
Turki Ingin AS Angkat Kaki dari Irak dan Suriah
ISIS Manfaatkan Pandemi...
ISIS Manfaatkan Pandemi COVID-19 untuk Tingkatkan Serangan di Irak
Panglima Tertinggi Negara...
Panglima Tertinggi Negara Islam di Irak Jassim Al-Mazrouei Tewas Terbunuh
Balas Dendam, Rudal-rudal...
Balas Dendam, Rudal-rudal Iran Serang ISIS di Suriah dan Markas Mossad di Irak
Berita Terkini
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
2 jam yang lalu
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
2 jam yang lalu
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
3 jam yang lalu
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
4 jam yang lalu
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
4 jam yang lalu
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
5 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved