Prancis Belum Luncurkan Resolusi Perselisihan Kesepakatan

Senin, 08 Juli 2019 - 08:07 WIB
Prancis Belum Luncurkan...
Prancis Belum Luncurkan Resolusi Perselisihan Kesepakatan
A A A
PARIS - Pemerintah Prancis tak akan meluncurkan mekanisme resolusi perselisihan kesepakatan nuklir Iran sekarang. Prancis akan memberi waktu sepekan untuk membawa semua pihak berunding lagi setelah Iran memutuskan melakukan pengayaan uranium di atas batas yang disepakati pada 2015. “Ini bukan pilihan saat ini,” ungkap sumber di Istana Elysee, Presiden Prancis Emmanuel Macron, kemarin.

Mekanisme resolusi perselisihan dapat memiliki konsekuensi penerapan kembali berbagai sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Iran. Presiden Prancis mengecam langkah Iran sebagai pelanggaran kesepakatan antara Iran dan kekuatan dunia pada 2015 untuk membatasi pengayaan uranium.

Macron mengatakan pada Presiden Iran Hassan Rouhani bahwa dia akan mencoba mengajak semua pihak berdialog pada 15 Juli. Pernyataan itu tidak menjelaskan apa yang akan terjadi jika dialog gagal. Presiden Prancis juga tidak menjelaskan apakah pendekatannya telah dikoordinasikan dengan negara-negara Eropa lain. Iran menyatakan siap melakukan pengayaan uranium pada level apa pun dan dengan jumlah berapa pun.

Langkah ini merupakan respons Iran terhadap tindakan Amerika Serikat (AS) yang kembali menerapkan sanksi pada Teheran. Dalam konferensi pers yang ditayangkan langsung, para pejabat senior Iran menyatakan Teheran akan terus mengurangi komitmennya setiap 60 hari, hingga pihak lain dalam kesepakatan itu melindungi Iran dari sanksi AS.

“Kami sepenuhnya siap untuk pengayaan uranium di semua level dan dengan jumlah berapa pun,” ujar Behrouz Kamalvandi, juru bicara Organisasi Energi Atom Iran, dilansir Reuters. Dia menambahkan, “Dalam beberapa jam proses teknis akan berakhir dan pengayaan melebihi 3,67% akan dimulai.” Kamalvandi menjelaskan, Iran akan melakukan pengayaan uranium ke level 5% untuk digunakan sebagai bahan bakar di pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr.

Meski demikian, Iran menyatakan pihaknya ingin menunjukkan fleksibilitas. “Semua langkah yang diambil Iran untuk mengurangi komitmennya pada kesepakatan nuklir dapat ditarik jika para penanda tangan kesepakatan memenuhi kewajiban mereka,” tweet Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Mohammad Javad Zarif kemarin.

Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyatakan langkah pemerintah didukung sepenuhnya oleh Khamenei. Pengamat kebijakan luar negeri di Brookings Institution, Daniel Byman menjelaskan, Iran mengambil tindakan yang berisiko. “Langkah ini untuk menunjukkan pada publik domestik bahwa Iran melawan tekanan AS.

Ini juga berarti menciptakan situasi berisiko bagi Eropa bahwa Iran mungkin memicu krisis,” ujarnya. “Namun, pada saat yang sama menunjukkan bahwa Iran mengambil langkah yang dapat dicabut dan AS, bukan Iran, yang ingin memanaskan situasi,” katanya. Sesuai kesepakatan nuklir, Iran dapat melakukan pengayaan uranium hingga 3,67%, di bawah 20% yang pernah dicapai Teheran sebelum kesepakatan. Pengayaan uranium 90% dapat digunakan untuk senjata nuklir.
(don)
Berita Terkait
Lyon Jadi Pelabuhan...
Lyon Jadi Pelabuhan Baru Jerome Boateng
8 Bukti Prancis Kehilangan...
8 Bukti Prancis Kehilangan Pengaruh Neokolonialisme di Afrika
Prancis Imbau Warganya...
Prancis Imbau Warganya Segera Tinggalkan Pakistan
Pelaku Penyanderaan...
Pelaku Penyanderaan di Bank Prancis Masuk dalam Daftar Pemantauan
Gerakan Boikot Produk...
Gerakan Boikot Produk Prancis Raih Momentum di Bangladesh
5 Alasan PM Prancis...
5 Alasan PM Prancis Sebastien Lecornu Mundur, dari Defisit Anggaran hingga Rasio Utang Capai 113 Persen
Berita Terkini
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
1 jam yang lalu
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
3 jam yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
4 jam yang lalu
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
8 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
9 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
10 jam yang lalu
Infografis
Profil Emmanuel Macron,...
Profil Emmanuel Macron, Presiden Prancis yang Takut pada Istrinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved