Banyak Berbuat Jahat, AS Jatuhkan Sanksi pada Putra Maduro

Sabtu, 29 Juni 2019 - 06:58 WIB
Banyak Berbuat Jahat,...
Banyak Berbuat Jahat, AS Jatuhkan Sanksi pada Putra Maduro
A A A
WASHINGTON - Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi terhadap Nicolas Ernesto Maduro Guerra, putra Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Washington menyatakan Guerra melakukan banyak kejahatan untuk meningkatkan kepentingan ayahnya.

Kantor Perbendaharaan Pengawasan Aset Asing (OFAC) Amerika Serikat telah memblokir properti atau pun entitas yang dimiliki Guerra alias Nicolasito di AS. Menurut OFAC, setiap aset yang diketahui dimiliki langsung atau tidak langsung olehnya harus dilaporkan kepada kantor tersebut.

"Rezim Maduro dibangun berdasarkan pemilu curang, dan lingkaran dalamnya hidup mewah dari hasil korupsi sementara rakyat Venezuela menderita," kata Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Fox News, Sabtu (29/6/2019).

"Maduro bergantung pada putranya Nicolasito dan yang lainnya yang dekat dengan rezim otoriternya untuk mempertahankan cengkeraman pada ekonomi dan menekan rakyat Venezuela," ujar Mnuchin.

Departemen itu menuduh Guerra terlibat dalam upaya propaganda dan penyensoran, menekan Angkatan Bersenjata Nasional Venezuela untuk menolak bantuan kemanusiaan, dan memimpin Majelis Konstituante Nasional untuk menulis ulang konstitusi Venezuela serta membubarkan lembaga negara di negara tersebut.

Maduro menjadi presiden ke-46 Venezuela yang dimulai pada tahun 2013 setelah kematian Hugo Chavez. Meskipun negara itu jatuh ke dalam kekacauan, Maduro dilantik untuk masa jabatan kedua pada Januari tahun ini dalam keputusan yang secara luas dikutuk sejumlah negara termasuk Amerika Serikat, Kanada, dan Brazil.

Juan Guaido, yang memimpin oposisi Venezuela, telah mendeklarasikan diri sebagai presiden interim negara itu. Dia diakui AS dan sejumlah negara Amerika Latin sebagai pemimpin Venezuela yang sah.

Pemadaman listrik secara konsisten, kekurangan makanan dan air, serta kekurangan pasokan medis utama telah menyengsarakan rakyat di Venezuela. Militer yang loyal pada Maduro telah berusaha untuk memblokir bantuan kemanusiaan dari negara-negara lain ketika ribuan orang telah meninggalkan negara itu.

Maduro sebelumnya menuduh Amerika Serikat memimpin "kudeta" untuk melemahkan otoritasnya dan mengambil kendali atas cadangan minyak Venezuela.

Pada hari Kamis, OFAC juga menjatuhkan sanksi terhadap dua pejabat Maduro yang mereka sebut terus terlibat dalam korupsi dan penipuan besar-besaran yang merugikan rakyat Venezuela. Kedua pejabat itu adalah Luis Alfredo Motta Dominguez, mantan menteri Energi Listrik yang juga presiden Perusahaan Listrik Nasional, dan Eustiquio Jose Lugo Gomez, Wakil Menteri Keuangan, Investasi, dan Aliansi Strategis untuk Kementerian Energi Listrik.

“Orang-orang Venezuela mempercayakan pejabat publik mereka untuk menyediakan layanan sipil yang mendasar, seperti air dan listrik,” kata Mnuchin tentang sanksi tambahan tersebut. "Sistem publik gagal dan gagal total," ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
Venezuela Klaim Tangkap...
Venezuela Klaim Tangkap Mata-mata AS
Menyusup ke Venezuela,...
Menyusup ke Venezuela, Dua 'Rambo' AS Ingin Tangkap Maduro
Maduro Pastikan Venezuela...
Maduro Pastikan Venezuela Akan Adili Dua 'Rambo' AS
Gulingkan Maduro, Oposisi...
Gulingkan Maduro, Oposisi Venezuela Minta Bantuan Perusahaan Keamanan AS
Senator AS Sebut Nasib...
Senator AS Sebut Nasib Presiden Nicolas Maduro Tinggal Menghitung Hari
Maduro: Intelijen AS...
Maduro: Intelijen AS Suap Ratusan Pekerja di Perusahaan Minyak Venezuela
Berita Terkini
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
29 menit yang lalu
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
4 jam yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
5 jam yang lalu
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
6 jam yang lalu
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
6 jam yang lalu
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
7 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Ukraina Bisa...
4 Alasan Ukraina Bisa Runtuh pada 2025, Banyak Kota yang Hancur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved