Sebut Melanggar Hukum, Media China Salahkan Demonstran Hong Kong

Kamis, 13 Juni 2019 - 10:20 WIB
Sebut Melanggar Hukum,...
Sebut Melanggar Hukum, Media China Salahkan Demonstran Hong Kong
A A A
BEIJING - Aksi protes yang terjadi di Hong Kong atas undang-undang ekstradisi baru yang direncanakan China telah menghantam reputasi kota itu, dengan merebaknya pelanggaran hukum yang merusak aturan hukum. Begitu bunyi tulisan yang diturunkan media pemerintah China dalam tajuk rencananya yang diterbitkan pada Kamis (13/6/2019).

Polisi anti huru hara Hong Kong dan pengunjuk rasa bersiap untuk kemungkinan bentrokan lebih lanjut pada hari Kamis, sehari setelah demonstrasi yang berujung pada kekerasan atas RUU ekstradisi yang akan memungkinkan seseorang dikirim ke China untuk diadili.

Polisi menembakkan peluru karet, gas air mata dan semprotan merica dalam serangkaian bentrokan untuk membersihkan para demonstran dari sekitar parlemen Hong Kong. Bentrokan itu adalah beberapa aksi kekerasan terburuk di Hong Kong sejak Inggris mengembalikannya ke kekuasaan China pada tahun 1997.

Otoritas Rumah Sakit Hong Kong mengatakan 72 orang telah dirawat di rumah sakit pada pukul 10 malam pada hari Rabu.

Media pemeritah China yang berbahasa Inggris, China Daily, mengatakan amandemen baru itu sejalan dengan konvensi internasional.

"Tetapi kubu oposisi dan tuan-tuan asingnya tampaknya menentangnya untuk tujuan mereka sendiri dengan mengorbankan aturan hukum kota, keamanan publik dan keadilan," tulis China Daily.

"Adalah pelanggaran hukum yang akan melukai Hong Kong, bukan amandemen yang diusulkan untuk buronan hukum," sambungnya seperti dikutip dari The Staits Times.

Sedangkan tabloid milik negara, The Global Times, menyalahkan kekuatan oposisi radikal dan pasukan Barat di belakang demonstran karena menghasut dan mempolitisasi amandemen tersebut.

"Bermain dengan politik jalanan yang tidak terkendali adalah untuk mendorong Hong Kong ke keterbelakangan dan gangguan," tulisnya.

"Ini bukan arah yang bijaksana untuk Hong Kong," tambah media itu.

Hong Kong telah diguncang oleh kekerasan selama tiga malam sejak aksi protes meletus pada hari Minggu. Aksi itu menarik lebih dari satu juta orang turun ke jalan.
(ian)
Berita Terkait
Tidak Setia pada China,...
Tidak Setia pada China, Politisi dan Pejabat Hong Kong Dilarang Menjabat
Pemimpin Hong Kong Carrie...
Pemimpin Hong Kong Carrie Lam Terima Surat Berisi Silet dan Ancaman
Menteri Hong Kong Bela...
Menteri Hong Kong Bela UU Keamanan Bentukan China
Mengapa Hong Kong Ingin...
Mengapa Hong Kong Ingin Undang Undang Keamanan Nasional yang Baru?
Legislatif China Sahkan...
Legislatif China Sahkan Draft RUU Keamanan Nasional Hong Kong
Gedung Parlemen Hong...
Gedung Parlemen Hong Kong Dijaga Ratusan Polisi Jelang Protes
Berita Terkini
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
1 jam yang lalu
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
2 jam yang lalu
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
3 jam yang lalu
AS dan Iran Akan Kembali...
AS dan Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan, tapi Trump punya 1 Syarat, Apa Itu?
4 jam yang lalu
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
5 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved