Perang Dagang Kian Panas, Trump Ancam China dengan Tarif USD300 Miliar

Kamis, 06 Juni 2019 - 16:28 WIB
Perang Dagang Kian Panas,...
Perang Dagang Kian Panas, Trump Ancam China dengan Tarif USD300 Miliar
A A A
SHANNON - Perang dagang antara Beijing dan Washington kian memanas. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump mengancam akan menaikkan pengenaan tarif retribusi barang-barang China hingga USD300 miliar.

Namun, Trump berharap bisa membuat kesepakatan dengan Beijing. "Pembicaraan kami dengan China, banyak hal menarik sedang terjadi," kata Trump kepada wartawan pada hari Kamis (6/6/2019).

"Kita akan lihat apa yang terjadi...Saya bisa naikkan paling sedikit USD300 miliar dan saya akan melakukannya pada waktu yang tepat," ancam Trump, seperti dikutip Reuters.

Presiden Amerika itu tidak merinci barang China apa saja yang jadi target kenaikan tarif retribusi.

Trump mengatakan dia berpikir bahwa China dan negara lain terlibat dalam pertikaian dagang dengan AS, seperti Meksiko, ingin membuat kesepakatan. Sebelumnya, Trump mengancam akan mengenakan retribusi lima persen pada semua barang Meksiko yang masuk Amerika Serikat mulai minggu depan.

"Saya pikir China ingin membuat kesepakatan dan saya pikir Meksiko ingin membuat kesepakatan dengan buruk," katanya sebelum naik Air Force One dalam perjalanan ke Prancis untuk peringatan D-Day.

Perang dagang yang mendidih antara dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia telah diwarnai dengan aksi saling menaikkan tarif terhadap barang-barang yang masuk. Hampir satu tahun yang lalu, pada Juli 2018, Trump memulai pertikaian dengan menampar Beijing dengan tarif 25 persen pada barang teknologi China senilai USD50 miliar. Tindakan itu dibalas serupa oleh China.

AS pada awalnya ingin meningkatkan tarif hingga 25 persen, tetapi menunda ketika kedua negara mengadakan pembicaraan perdagangan yang panjang. Namun, upaya untuk mencapai kesepakatan gagal pada Mei tahun ini. Administrasi Trump pada akhirnya meningkatkan tarif untuk barang-barang China menjadi 25 persen.

Beijing tidak butuh waktu lama untuk membalas. Pada 1 Juni, China menaikkan tarif menjadi 25 persen pada 5.000 produk AS senilai USD60 miliar. Beijing juga mengancam akan menggunakan keunggulannya dalam produksi logam tanah jarang (LTJ) sebagai "senjata pamungkas" dalam perang perdagangan.

Media pemerintah China melaporkan Beijing setiap saat bisa melarang ekspor LTJ-nya. Bahan-bahan tersebut sangat penting untuk berbagai industri, terutama di bidang militer dan teknologi tinggi yang dibutuhkan Washington.
(mas)
Berita Terkait
Donald Trump Jr: China...
Donald Trump Jr: China Tak Terintimidasi Militer Amerika Serikat
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
China Terapkan Sanksi...
China Terapkan Sanksi pada Para Pejabat Amerika Serikat
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Berita Terkini
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
3 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
4 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
5 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
5 jam yang lalu
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
6 jam yang lalu
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
7 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap 14 Negara...
Daftar Lengkap 14 Negara yang Diancam Tarif Baru Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved