Usai Tes Rudal Balistik, Pakistan Ingin Berdamai dengan India

Jum'at, 24 Mei 2019 - 04:22 WIB
Usai Tes Rudal Balistik,...
Usai Tes Rudal Balistik, Pakistan Ingin Berdamai dengan India
A A A
ISLAMABAD - Perdana Menteri Pakistan dan India bertukar pesan, berharap akan adanya perdamaian melalui Twitter. Peristiwa itu terjadi setelah Narendra Modi dipastikan kembali berkuasa di India dalam pemilu pasca konfrontasi antara dua negara bersenjata nuklir dan uji coba rudal balistik yang dilakukan Pakistan.

“Saya mengucapkan selamat kepada Perdana Menteri Modi atas kemenangan pemilu BJP dan sekutunya. Nantikan untuk bekerja dengannya untuk perdamaian, kemajuan dan kemakmuran di Asia Selatan,” cuit Khan seperti dikutip dari Reuters, Jumat (24/5/2019).

Tak lama setelah pidato kemenangan sebelum ribuan pendukung berkumpul di luar markas BJP pada Kamis malam, Modi mengucapkan terima kasih kepada Khan.

“Saya dengan hangat mengucapkan terima kasih atas harapan baik Anda. Saya selalu memberi keutamaan pada perdamaian dan pembangunan di wilayah kami,” katanya dalam tweet.

Tetapi dalam peringatan yang mungkin ditujukan untuk India, Pakistan sebelumnya mengumumkan bahwa mereka telah melakukan peluncuran rudal balistik permukaan-ke-permukaan Shaheen II, yang katanya mempunyai kemampuan sebagai senjata konvensional dan membawa nuklir pada jarak hingga 1.500 mil.

"Shaheen II adalah rudal berkemampuan tinggi yang sepenuhnya memenuhi kebutuhan strategis Pakistan menuju pemeliharaan stabilitas pencegahan di kawasan itu," kata militer Pakistan dalam sebuah pernyataan yang tidak menyebut langsung tetangganya.

Baca juga: Pakistan Uji Tembak Rudal Balistik yang Mampu Bawa Hulu Ledak Nuklir

Pada hari Rabu, Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmud Qureshi berbicara singkat dengan koleganya dari India, Sushma Swaraj, di sela-sela pertemuan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Shanghai di ibukota Kirgistan, Bishkek.

“Kami tidak pernah berbicara dengan pahit, kami ingin hidup seperti tetangga yang baik dan menyelesaikan masalah luar biasa kami melalui pembicaraan,” katanya setelah pertemuan itu, di mana Swaraj memberinya hadiah permen.

Tidak ada reaksi langsung dari Kementerian Luar Negeri India atas tawaran Khan untuk bekerja sama dengan Modi menuju perdamaian.

Percakapan itu terjadi setelah berbulan-bulan ketegangan antara kedua negara, yang hampir memicu peperangan pada Februari lalu terkait wilayah Kashmir yang disengketakan, yang diklaim kedua pihak sejak kemerdekaan dari Inggris pada 1947.

Menyusul serangan bunuh diri di Kashmir yang menewaskan 40 anggota pasukan polisi paramiliter India pada Februari, jet India melancarkan serangan di Pakistan, menyerang apa yang dikatakan New Delhi sebagai kamp pelatihan Jaish-e Mohammed, kelompok radikal yang mengklaim serangan Kashmir.

Sebagai tanggapan, Pakistan melakukan serangan balasan dan jet-jet dari kedua negara bertempur di langit di atas Kashmir di mana seorang pilot India ditembak jatuh dan ditangkap.

Di tengah tekanan internasional untuk mengakhiri konflik, Pakistan mengembalikan pilot dan tidak ada lagi serangan tetapi ketegangan tetap tinggi, dengan baku tembak artileri dari kedua belah pihak terjadi di Kashmir.

Pakistan juga telah menutup sebagian wilayah udaranya bagi lalu lintas udara internasional, mengganggu penerbangan ke India dan bagian lain di kawasan itu.

Pada hari Kamis, seorang juru bicara kementerian luar negeri Pakistan mengatakan perselisihan Kashmir hanya dapat diselesaikan melalui penerapan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan diakhirinya permusuhan dan plebisit di wilayah tersebut.

“Karenanya dialog menjadi penting. Kami tetap berkomitmen pada hal yang sama, terlepas dari siapa pun yang membentuk pemerintahan baru di India,” katanya kepada wartawan di Islamabad.

Khan telah berulang kali menawarkan untuk memulai pembicaraan dengan India untuk menyelesaikan masalah Kashmir, yang telah menjadi penyebab dua dari tiga perang antara kedua negara, dan para pejabat mengatakan bahwa mereka berharap proses itu dapat dimulai setelah pemilu berakhir.

Bulan lalu Khan mengatakan dia yakin ada lebih banyak prospek pembicaraan damai dengan India jika BJP memenangkan pemilu.
(ian)
Berita Terkait
Dituduh Lakukan Spionase,...
Dituduh Lakukan Spionase, India Usir Puluhan Diplomat Pakistan
Pakistan Bantah Lakukan...
Pakistan Bantah Lakukan Pembicaraan Diam-diam dengan India
Gagal di Medan Perang,...
Gagal di Medan Perang, Pakistan Tuding India Dalangi Serangan Teror yang Tewaskan 5 Orang
Darah Akan Banyak Mengalir,...
Darah Akan Banyak Mengalir, Pakistan Siapkan Skenario Kejutan jika Perang dengan India
2 Negara Tetangga Ini...
2 Negara Tetangga Ini Ternyata Pernah Akan Memicu Perang Nuklir
Siapa Ali Khan Mahmudabad?...
Siapa Ali Khan Mahmudabad? Profesor India yang Ditangkap karena Kritik Operasi Sindoor
Berita Terkini
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
3 jam yang lalu
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
4 jam yang lalu
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
4 jam yang lalu
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
6 jam yang lalu
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
7 jam yang lalu
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
7 jam yang lalu
Infografis
Biaya Perang Pakistan-India...
Biaya Perang Pakistan-India selama 4 Pekan, Siapa Paling Boncos?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved