Iran Tingkatkan Pengayaan Uranium Empat Kali Lipat

Selasa, 21 Mei 2019 - 09:56 WIB
Iran Tingkatkan Pengayaan...
Iran Tingkatkan Pengayaan Uranium Empat Kali Lipat
A A A
TEHERAN - Organisasi Energi Atom Iran mengumumkan bahwa Teheran resmi meningkatkan pengayaan uranium empat kali lipat. Pengumuman ini muncul ketika perang kata-kata antara Washington dan Teheran memanas.

Juru bicara Organisasi Energi Atom Iran, Behrouz Kamalvandi, mengatakan kepada media Iran bahwa keputusan itu dibuat untuk "menangkal sanksi ofensif".

Kamalvandi mengklarifikasi bahwa Iran tidak akan menambah jumlah sentrifugalnya. Tingkat pengayaan uranium Iran yang diperkaya dalam kadar rendah saat ini di atas 3,5 persen.

Di bawah pakta nuklir 2015, Teheran diizinkan untuk menimbun maksimal 300 kg uranium yang diperkaya dalam kadar rendah dan diminta untuk mengirim kelebihan apa pun ke luar negeri untuk disimpan atau dijual.

Kesepakatan itu juga memungkinkan Iran untuk memperkaya uranium pada 3,67 persen—tingkat yang cocok untuk pembangkit listrik tenaga nuklir, tetapi jauh di bawah 90 persen untuk pembuatan senjata.

AS telah keluar dari perjanjian nuklir tersebut pada tahun lalu dan memberlakukan kembali sanksinya terhadap Teheran. Iran kemudian mengancam untuk secara bertahap menarik diri dari perjanjian nuklir tersebut jika mitra dalam perjanjian—Inggris, China, Prancis, Jerman dan Rusia—tidak membantunya untuk menghindari sanksi AS.

"Tidak akan sampai lama kita melewati batas 300 kg uranium yang diperkaya dalam kadar rendah. Jadi, lebih baik bagi pihak lain untuk melakukan apa yang perlu dilakukan," katanya, merujuk pada langkah-langkah oleh kekuatan lain untuk melindungi ekonomi Iran dari sanksi AS.

Kamalvandi menambahkan bahwa Teheran tidak memiliki niat untuk keluar dari perjanjian itu.

Ali Fathollah-Nejad, peneliti di Brookings Institute di Doha, menggambarkan langkah Iran untuk meningkatkan produksi uranium yang diperkaya dalam kadar rendah itu sebagai upaya bertahap oleh Iran untuk membangun kembali jenis pengaruh yang dimilikinya ketika melakukan negosiasi dengan AS pada 2012

"Ini ditujukan untuk menunjukkan kepada masyarakat internasional, khususnya AS, bahwa Iran tidak berada dalam posisi lemah. Namun, ini juga merupakan upaya yang berisiko, karena dapat membahayakan dukungan politik dan diplomatik yang hingga saat ini diterima Iran dari Eropa," ujarnya, seperti dikutip Al Jazeera, Selasa (21/5/2019).
(mas)
Berita Terkait
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
AS Ancam Sanksi Negara...
AS Ancam Sanksi Negara yang Tolak Klausul Snapback Diaktifkan
Lagi, Presiden Iran...
Lagi, Presiden Iran Ajukan Syarat Duduk Satu Meja dengan AS
AS, Iran dan Anggota...
AS, Iran dan Anggota JCPOA Bakal Bertemu di Wina Minggu Depan
Iran Bersumpah Akan...
Iran Bersumpah Akan Balas Dendam Jika AS Jatuhkan Sanksi
Iran Tegaskan Tolak...
Iran Tegaskan Tolak Renegosiasi Perjanjian Nuklir dengan AS
Berita Terkini
3 Alasan Mojtaba Tidak...
3 Alasan Mojtaba Tidak Menghadiri Pemakaman Ayahnya, Ada Indikasi Serangan Israel
49 menit yang lalu
Deretan Delegasi Asing...
Deretan Delegasi Asing yang Hadiri Pemakaman Khamenei, Salah Satunya Musuh Bebuyutan Iran
3 jam yang lalu
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
6 jam yang lalu
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
7 jam yang lalu
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
8 jam yang lalu
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
9 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved