Inggris Ikut-ikutan Kerahkan Pasukan Khusus ke Dekat Iran

Senin, 20 Mei 2019 - 17:56 WIB
Inggris Ikut-ikutan...
Inggris Ikut-ikutan Kerahkan Pasukan Khusus ke Dekat Iran
A A A
LONDON - Pasukan khusus Inggris telah terbang ke Timur Tengah sebagai bagian dari misi rahasia untuk mencegah serangan Teheran terhadap kapal dagang. Pasukan elite itu akan bergabung dengan pasukan tempur Amerika Serikat (AS) yang sudah lebih dulu dikerahkan di dekat wilayah Iran.

Mengutip laporan Sunday Express, Senin (20/5/2019), anggota Special Boat Service (SBS) telah bergabung dengan kapal tanker minyak Inggris yang berlayar ke Teluk Persia.

Sesampai di sana, mereka akan ditugaskan untuk memantau aktivitas militer Iran di sekitar pulau Qesham yang merupakan rumah bagi kapal perang angkatan laut negara itu.

Menurut laporan yang mengutip sumber pemerintah tersebut, setelah melewati Selat Hormuz para kru SBS akan diterbangkan dengan helikopter Angkatan Laut Kerajaan Inggris yang beroperasi di Oman.

Ketika Sunday Express menghubungi Kementerian Pertahanan tentang laporan tersebut, seorang juru bicaranya mengatakan bahwa kementerian tidak bisa mengomentari operasi pasukan khusus.

Laporan pengerahan pasukan elite Inggris itu muncul setelah Kelompok Tempur Kapal Induk USS Abraham Lincoln Amerika Serikat tiba di Laut Arab untuk berpatroli.

Kelompok Tempur Kapal Induk USS Abraham Lincoln dikerahkan Pentagon bersama sekelompok pesawat pengebom B-52 ke Teluk Persia. Alasannya untuk mencegah pasukan Iran menyerang pasukan AS dan kepentingannya di Timur Tengah.

AS juga berencana untuk mengerahkan sebanyak 120.000 tentara ke Timur Tengah jika Iran menyerang pasukan Amerika. Namun, Presiden Donald Trump menegaskan rencana itu belum dijalankan.

Presiden Trump pada hari Senin (20/5/2019) mengancam akan membuat riwayat Teheran secara resmi berakhir atau tamat jika Iran nekat ingin berperang dengan AS. Ancaman itu disampaikan via Twitter.

"Jika Iran ingin bertarung, itu akan menjadi akhir resmi dari Iran. Jangan pernah mengancam Amerika Serikat lagi!," ancam Trump via akun @realDonaldTrump.

Ancaman itu diduga sebagai respons atas komentar kepala Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Mayor Jenderal Hossein Salami yang mengklaim AS takut berperang dengan Iran. Salami menegaskan bahwa Teheran tidak menginginkan perang.

"Perbedaan antara kami dan mereka adalah bahwa mereka takut perang dan tidak memiliki keinginan untuk itu," katanya, dikutip IRNA.
(mas)
Berita Terkait
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Spesifikasi USS Ronald...
Spesifikasi USS Ronald Reagan, Kapal Induk Nuklir Amerika Serikat
AS Ancam Sanksi Negara...
AS Ancam Sanksi Negara yang Tolak Klausul Snapback Diaktifkan
Lagi, Presiden Iran...
Lagi, Presiden Iran Ajukan Syarat Duduk Satu Meja dengan AS
AS, Iran dan Anggota...
AS, Iran dan Anggota JCPOA Bakal Bertemu di Wina Minggu Depan
Iran Bersumpah Akan...
Iran Bersumpah Akan Balas Dendam Jika AS Jatuhkan Sanksi
Berita Terkini
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
1 jam yang lalu
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
5 jam yang lalu
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
6 jam yang lalu
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
6 jam yang lalu
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
8 jam yang lalu
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
9 jam yang lalu
Infografis
6 Fakta Garda Revolusi...
6 Fakta Garda Revolusi Iran, Pasukan Elite Pendukung Ali Khamenei
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved