Berseteru dengan AS, Iran Didukung China

Sabtu, 18 Mei 2019 - 05:46 WIB
Berseteru dengan AS,...
Berseteru dengan AS, Iran Didukung China
A A A
BEIJING - China menawarkan dukungan kuat kepada Iran yang sedang berseteru dengan Amerika Serikat (AS). Beijing menentang sanksi sepihak Washington dan membela Teheran untuk melindungi kepentingannya.

Ketegangan AS dan Iran telah meningkat dalam beberapa hari terakhir dan memicu kekhawatiran akan pecahnya konflik militer.

Iran telah menyatakan komitmennya terhadap kewajibannya berdasarkan perjanjian nuklir internasional meskipun AS menarik diri dari perjanjian itu pada tahun lalu. Teheran tak terima tindakan Washington yang memulihkan sanksinya terhadap negara para Mullah tersebut.

Dalam pertemuan di Beijing, Anggota Dewan Negara yang juga Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif bahwa mengingat situasi penting dan berkembang pesat, keduanya perlu memperkuat komunikasi dan koordinasi.

"China dengan tegas menentang penerapan sanksi unilateral AS dan apa yang disebut 'yurisdiksi lengan panjang', memahami situasi saat ini dan keprihatinan pihak Iran, serta mendukung pihak Iran untuk melindungi hak-hak dan kepentingannya yang sah," kata Kementerian Luar Negeri China mengutip pernyataan Wang.

Wang menambahkan, China menghargai implementasi penuh Iran dari perjanjian nuklir dan niatnya untuk mematuhinya.

"Perselisihan seputar perjanjian nuklir Iran pada dasarnya adalah kontes antara multilateralisme dan unilateralisme," katanya, yang dilansir Reuters, Sabtu (18/5/2019).

Zarif, yang pernyataannya dikutip Kementerian Luar Negeri China, mengatakan bahwa Iran tidak memiliki niat untuk menarik diri dari perjanjian nuklir dan menentang perang. "(Iran) mempertahankan status Selat Hormuz sebagai saluran transportasi internasional," katanya.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran telah mengancam akan menutup jalur air strategis itu setelah AS berniat "menghabisi" ekspor minyak Teheran hingga angka nol dengan cara menjatuhkan sanksi pada negara mana pun yang membeli minyak Teheran. Selat Hormuz merupakan jalur untuk sebagian besar pasokan minyak dunia.

China memiliki hubungan energi dan bisnis yang erat dengan Iran. Namun, Beijing harus melangkah hati-hati karena juga telah mengembangkan hubungan baik dengan saingan regional Iran, Arab Saudi.
(mas)
Berita Terkait
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
China Minta AS Cabut...
China Minta AS Cabut Sanksi Iran
China: Soal Kesepakatan...
China: Soal Kesepakatan Nuklir, AS Harus Tanggapi Iran Secara Positif
Rusia Mengaku Siap Terlibat...
Rusia Mengaku Siap Terlibat Dalam Pertemuan untuk 'Paksa' AS Kembali ke Kesepakatan Nuklir
AS Ancam Sanksi Negara...
AS Ancam Sanksi Negara yang Tolak Klausul Snapback Diaktifkan
Lagi, Presiden Iran...
Lagi, Presiden Iran Ajukan Syarat Duduk Satu Meja dengan AS
Berita Terkini
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
1 jam yang lalu
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
2 jam yang lalu
Kerusuhan Pecah di Italia...
Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
3 jam yang lalu
Trump: Pasukan AS Segera...
Trump: Pasukan AS Segera Serang Lokasi Gunung Pickaxe Iran dengan Sangat Hebat
4 jam yang lalu
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
6 jam yang lalu
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved