Ayatollah Khamenei: Tak Akan Ada Perang Iran dengan AS

Rabu, 15 Mei 2019 - 01:36 WIB
Ayatollah Khamenei:...
Ayatollah Khamenei: Tak Akan Ada Perang Iran dengan AS
A A A
TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan Teheran tidak mengupayakan perang dengan Amerika Serikat (AS) meskipun ada ketegangan yang meningkat antara dua yang bermusuhan tersebut. Komentar itu muncul di saat Washington mengerahkan berbagai peralatan perang di Timur Tengah untuk menggertak Teheran.

Dalam komentar kepada para pejabat senior yang disiarkan oleh stasiun televisi pemerintah, Khamenei juga menegaskan bahwa Republik Islam Iran tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat mengenai perjanjian nuklir.

“Tidak akan ada perang apa pun. Bangsa Iran telah memilih jalur perlawanan," kata Khamenei, seperti dikutip Reuters, Rabu (15/5/2019). "Kami tidak mencari perang, dan mereka juga tidak. Mereka tahu itu bukan untuk kepentingan mereka."

Presiden Donald Trump menarik Amerika Serikat keluar dari perjanjian nuklir 2015 antara Iran dan enam kekuatan global (AS, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China). Dalam perjanjian itu, Teheram bersedia mengekang kegiatan program nuklirnya termasuk pengayaan uranium dengan imbalan pencabutan sanksi. Setelah Trump menarik AS dari perjanjian itu, sanksi terhadap Teheran yang sempat dicabut diberlakukan lagi.

Trump bahkan berusaha untuk mengurangi ekspor minyak Iran menjadi nol. Tujuannya untuk memaksa Iran agar bersedia negosiasi baru dengan AS terkait kontrol senjata yang lebih luas, termasuk program rudal balistik Iran.

"Negosiasi (semacam itu) adalah racun," kata Khamenei.

Ketegangan semakin memanas setelah Uni Emirat Arab melaporkan pada hari Minggu bahwa empat kapal komersial termasuk dua kapal tanker minyak Saudi telah disabotase di perairan Uni Emirat Arab, luar Selat Hormuz.

Badan-badan keamanan nasional AS menyatakan proksi yang bekerja untuk Iran diduga berada di balik serangan empat kapal tersebut.

Iran telah menolak tuduhan itu. Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan individu-individu ekstremis di pemerintah AS sedang mengejar kebijakan berbahaya.

Trump memperingatkan bahwa Iran akan sangat menderita jika pasukannya berani menargetkan kepentingan AS di Timur Tengah. Peringatan muncul setelah Washington mengerahkan kapal induk dan pesawat pengebom B-52 ke Timur Tengah.
(mas)
Berita Terkait
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
AS Dilaporkan Tolak...
AS Dilaporkan Tolak Permintaan Israel Percepat Pasokan Pesawat Tanker
AS Kerahkan Kapal Induk...
AS Kerahkan Kapal Induk saat Pesawat Pembom Nuklir China Usik Taiwan
Mengapa 6 Pesawat Pengebom...
Mengapa 6 Pesawat Pengebom Nuklir B-2 Amerika Serikat Muncul di Pulau Terpencil?
Spesifikasi USS Ronald...
Spesifikasi USS Ronald Reagan, Kapal Induk Nuklir Amerika Serikat
Iran Ancam Serang Israel,...
Iran Ancam Serang Israel, 6 Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Siaga di Qatar
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
8 jam yang lalu
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
9 jam yang lalu
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
10 jam yang lalu
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
11 jam yang lalu
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
12 jam yang lalu
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
13 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved