Dua Kapal Perang AS Dekati Pulau Sengketa Laut China Selatan

Senin, 06 Mei 2019 - 13:38 WIB
Dua Kapal Perang AS...
Dua Kapal Perang AS Dekati Pulau Sengketa Laut China Selatan
A A A
WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) mengatakan dua dari kapal perangnya berlayar di dekat pulau-pulau yang diklaim oleh China di Laut Cina Selatan pada hari Senin (6/5/2019). Langkah militer Washington ini bisa membuat Beijing marah, terlebih hubungan kedua negara sedang tegang.

Menurut Reuters yang mengutip militer AS, dua kapal perang tipe perusak dengan rudal terpandu—USS Preble dan USS Chung Hoon—berada dalam jarak 12 mil laut dari Gaven Reef dan Johnson Reef di Kepulauan Spratly.

Laut China Selatan adalah salah satu dari banyak titik nyala dalam hubungan AS-China, termasuk masalah perang dagang, sanksi Washington, dan Taiwan.

Presiden Donald Trump secara dramatis meningkatkan tekanan pada China untuk mencapai kesepakatan perdagangan. Trump pada hari Minggu mengumumkan bahwa dia akan menaikkan tarif AS atas barang-barang dari China senilai USD200 miliar pada minggu ini.

Juru bicara Armada Ketujuh Militer AS, Clay Doss, mengatakan jalur yang dilewati kedua kapal perang tersebut adalah "innocent passage". "(Jalur) untuk menantang klaim maritim yang berlebihan dan menjaga akses ke perairan yang diatur oleh hukum internasional," katanya.

Militer AS berpegang pada prinsip lama, yakni operasi kapal militernya bebas dilakukan di seluruh dunia, termasuk di wilayah yang diklaim oleh sekutu, dan terpisah dari pertimbangan politik.

Operasi dua kapal perang ini adalah upaya terbaru untuk melawan apa yang Washington lihat sebagai tindakan Beijing untuk membatasi kebebasan navigasi di perairan strategis, tempat China, Jepang, dan beberapa Angkatan Laut Asia Tenggara beroperasi.

China mengklaim hampir seluruh kawasan Laut China Selatan yang strategis dan sering menghina Amerika Serikat dan sekutunya karena beroperasi di dekat pulau-pulau yang diduduki Beijing.

Vietnam, Filipina, Brunei, Malaysia, dan Taiwan memiliki klaim yang saling tumpang tindih di wilayah tersebut.

Washington selama ini menganggap Beijing melakukan militerisasi atas wilayah Laut China Selatan dengan membangun instalasi militer di pulau-pulau buatan dan terumbu karang.

Namun, China membela pembangunan pulau-pulau sengketa tersebut dengan dalih untuk pertahanan diri dan merasa sah karena mengklaim sebagai bagian dari kedaulatannya. Sebaliknya, Beijing menuduh Washington yang memperkeruh ketegangan di Laut China Selayan katena mengirimkan kapal perang dan pesawat militer dekat ke pulau-pulau yang diklaim China.

Pada bulan lalu, kepala Angkatan Laut China menegaskan bahwa kebebasan navigasi tidak boleh digunakan untuk melanggar hak-hak negara lain.

Operasi kebebasan navigasi AS ini terjadi beberapa minggu setelah Angkatan Laut China menggelar parade militer besar-besaran untuk menandai 70 tahun berdirinya Angkatan Laut China. Dalam parade itu, Amerika Serikat hanya mengirim delegasi tingkat rendah.
(mas)
Berita Terkait
AS Kirim Dua Kapal Induk...
AS Kirim Dua Kapal Induk dan Kapal Perang ke LCS
Kirim Kapal Perang Berpeluru...
Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali, AS Tantang Klaim China di LCS
Tonton Aksi Ugal-ugalan...
Tonton Aksi Ugal-ugalan Kapal Perusak AS Potong Jalur Kapal Perang China
Dua Kapal Perang AS...
Dua Kapal Perang AS Sambangi LCS di Tengah Ketegangan dengan China
China Usir Kapal Perang...
China Usir Kapal Perang dari Perairan Paracel Laut China Selatan
Beijing: Kapal Perang...
Beijing: Kapal Perang AS Masuk Wilayah China di Laut China Selatan
Berita Terkini
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
51 menit yang lalu
Iran Hancurkan Depot...
Iran Hancurkan Depot Drone AS dan Pusat Kecerdasan Buatan di Bahrain
1 jam yang lalu
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
2 jam yang lalu
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
3 jam yang lalu
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
12 jam yang lalu
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
14 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved