Pemindahan Bahan Bakar Nuklir dari PLTN Fukushima Berjalan Mulus

Selasa, 16 April 2019 - 06:34 WIB
Pemindahan Bahan Bakar...
Pemindahan Bahan Bakar Nuklir dari PLTN Fukushima Berjalan Mulus
A A A
TOKYO - Batang bahan bakar nuklir mulai dipindahkan dari gedung kedua di fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima oleh Tokyo Electric Power (Tepco). Pemindahan dilakukan menggunakan derek yang dikontrol dari jarak jauh untuk mengangkat ratusan silinder radioaktif dari lokasi reaktor sangat terkontaminasi.

Tepco menyatakan pihaknya sukses memindahkan lebih dari 560 batang bahan bakar nuklir dari reaktor nomor 3 dan menyimpannya di tong baja yang didesain khusus untuk pemindahan ke lokasi lain. Reaktor itu merupakan satu dari tiga reaktor di Fukushima yang meleleh setelah gempa bumi dan tsunami mematikan sistem pendingin PLTN pada 2011.

Pada 2014, Tepco menyelesaikan pemindahan batang bahan bakar dari reaktor nomor 4. Meski demikian, operasi pemindahan untuk reaktor nomor 3 jauh lebih sulit karena kerusakan yang dialami saat bencana 2011. Ketika itu, ledakan menutupi kolam tempat batang-batang itu berada dalam puing, termasuk satu mesin derek.

Pemindahan puing dan kerusakan yang terjadi di sana menunda operasi di reaktor nomor 3 selama empat tahun. Selain itu, udara yang terkontaminasi radiasi tinggi di sekitar lokasi membuat semua derek memindahkan tong-tong pembawa batang-batang dengan bobot sekitar 45 ton itu harus dilakukan dari jarak jauh.

Tepco harus mengangkat rangkaian batang bahan bakar nuklir yang rusak dari kompartemen banjir di lokasi reaktor yang tingginya 18 meter dari permukaan tanah. Batang-batang itu kemudian harus diletakkan di truk yang akan mengangkutnya ke kolam air terakhir untuk penyimpanan. Jika batang-batang itu terpapar udara atau jika pecah, gas radioaktif bisa lepas ke atmosfer.

“Pekerjaan diperkirakan selesai pada Maret 2021, tapi keamanan menjadi prioritas pertama kami,” kata juru bicara Tepco Joji Hara pada kantor berita Reuters. Bencana 2011 memaksa 160.000 orang mengungsi dari lokasi sekitar PLTN Fukushima. Banyak dari mereka tidak kembali ke tempat tinggalnya di wilayah yang sangat terkontaminasi radiasi.

Pemerintah Jepang memperkirakan pada 2016 bahwa biaya total untuk membongkar Fukushima, dekontaminasi wilayah terdampak, dan membayar kompensasi mencapai USD192 miliar, sekitar 20% dari anggaran tahunan Jepang. Meskipun berhasil memindahkan batang-batang bahan bakar nuklir itu, Tepco masih menghadapi masalah lain di Fukushima.

Tepco telah kewalahan selama lebih dari delapan tahun dengan meningkatnya ketinggian air terkontaminasi berasal dari sistem pendingin yang rusak dari inti reaktor meleleh, menambah masalah kebocoran air, dan kerusakan jaringan listrik. Tahun lalu, Tepco menyatakan sistem untuk membersihkan air terkontaminasi gagal memindahkan kontaminan radioaktif berbahaya hingga memundurkan upaya menangani air di tangki-tangki yang menumpuk di sekitar PLTN itu.

Saat ini ada sekitar 1 juta ton air terkontaminasi radiasi harus disimpan. Air sebanyak itu harus disimpan selama bertahun-tahun di PLTN Fukushima. Tahun lalu, Tepco menyatakan sistem untuk membersihkan air terkontaminasi itu gagal membuang kontaminan radioaktif berbahaya. Itu artinya, air yang disimpan dalam 1.000 tangki di sekitar PLTN tersebut perlu diproses ulang sebelum dibuang ke laut.

Skenario itu tampaknya paling mungkin dilakukan untuk membersihkan PLTN tersebut. Pemrosesan ulang air itu membutuhkan waktu hampir dua tahun dan membutuhkan banyak personil serta energi. Adapun proyek untuk melucuti sejumlah reaktor yang rusak akibat tsunami itu membutuhkan waktu hingga 40 tahun.

Belum jelas bagaimana semua proses itu bisa tertunda. Namun, setiap penundaan akan membutuhkan biaya mahal. Tepco telah kehabisan tempat untuk menyimpan air yang dibersihkan. Jika ada gempa bumi besar lagi, para pakar memperkirakan tangki-tangki penampungan itu bisa retak sehingga cairan dan limbah radioaktif bisa mengalir ke laut.

Para nelayan juga kesulitan mendapat kepercayaan dari para konsumen terhadap keamanan ikan yang mereka tangkap. Karena itu, para nelayan menentang pembuangan air hasil pemrosesan ulang tersebut meski Otoritas Regulasi Nuklir Jepang (NRA) menganggap air itu aman. “Itu akan merusak apa yang telah kita bangun selama delapan tahun terakhir,” tutur Tetsu Nozaki, Kepala Federasi Asosiasi Kerja Sama Nelayan Wilayah Fukushima.
(don)
Berita Terkait
Banyak Warga Tertimbun...
Banyak Warga Tertimbun Reruntuhan, Korban Tewas Akibat Gempa Jepang Terus Bertambah
Rekomendasi Tempat Wisata...
Rekomendasi Tempat Wisata di Jepang bagi Wisatawan Indonesia
Dahsyatnya Gempa Merobek...
Dahsyatnya Gempa 'Merobek' Jalanan di Anamizu Jepang
6 Fakta Unik Onigiri,...
6 Fakta Unik Onigiri, dari Makanan Jiwa hingga Simbol Terima Kasih
Pekerja Asing Jadi Ancaman,...
Pekerja Asing Jadi Ancaman, 3 Alasan Jepang Bentuk Satuan Tugas untuk Utamakan Warga Lokal
8 Kesalahpahaman tentang...
8 Kesalahpahaman tentang Jepang, dari Teknologi hingga Sushi
Berita Terkini
Iran Merudal Israel,...
Iran Merudal Israel, Trump Cegah Zionis Balas Serangan
11 menit yang lalu
Iran Tembakkan Rentetan...
Iran Tembakkan Rentetan Rudal ke Israel, Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
45 menit yang lalu
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
2 jam yang lalu
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
5 jam yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
6 jam yang lalu
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
10 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved