Snowden Sebut Penangkapan Assange Momen Kelam Kebebasan Pers

Jum'at, 12 April 2019 - 02:26 WIB
Snowden Sebut Penangkapan...
Snowden Sebut Penangkapan Assange Momen Kelam Kebebasan Pers
A A A
MOSKOW - Whistleblower NSA, Edward Snowden, mengecam penangkapan pendiri situs WikiLeaks Julian Assange. Hal itu diungkapkannya dalam serangkaian tweet yang mengkritik pengusiran Assange dari Kedutaan Besar Ekuador di London, Inggris.

Snowden, yang mendapatkan suaka politik dari Rusia setelah membocorkan informasi rahasia NSA pada 2013, menyebut penangkapan Assange sebagai momen gelap kebebasan pers.

"Gambaran terhadap duta besar Ekuador yang mengundang polisi rahasia Inggris ke kedutaan untuk menyeret penerbit - suka atau tidak - pemenang penghargaan jurnalisme keluar dari gedung akan berakhir di buku-buku sejarah," tweet Snowden tweet kepada hampir 4 juta pengikutnya.

"Kritikus Assange mungkin bersorak, tapi ini adalah momen gelap untuk kebebasan pers," imbuhnya seperti dikutip dari New York Post, Jumat (12/4/2019).

Mantan kontraktor NSA berusia 35 tahun itu juga mempertimbangkan tuduhan dakwaan yang menuduh Assange mencoba meretas komputer Pentagon bersama mantan analis intelijen Angkatan Darat AS Chelsea Manning.

"Kelemahan tuduhan AS terhadap Assange mengejutkan," kata Snowden.

"Tuduhan dia mencoba (dan gagal?) untuk membantu memecahkan kata sandi selama laporan mereka yang terkenal di dunia telah terbuka selama hampir satu dekade: itu adalah tuntutan yang Departemen Kehakiman era Obama menolak untuk dituduhkan (kepada Assange), dengan mengatakan itu membahayakan jurnalisme," tukasnya.

Pendiri situs pembocor rahasia WikiLeaks, Julian Assange, ditangkap kepolisian London, Inggris, setelah suakanya dicabut pemerintah Ekuador. Assange telah berada di Kedutaan Besar Ekuador di London sejak 2012.

Pemerintah Ekuador mencabut suaka untuk Assange karena berulang kali melanggar konvensi internasional dan protokol koeksistensi yang berujung pada penangkapannya. Ia pun harus bersiap dimajukan ke muka pengadilan jika nantinya diekstradisi ke Amerika Serikat (AS) yang telah lama memburunya.
(ian)
Berita Terkait
Takut Kabur, Pengadilan...
Takut Kabur, Pengadilan London Tolak Jaminan untuk Pembebasan Pendiri Wikileaks
Pendiri WikiLeaks Assange...
Pendiri WikiLeaks Assange Diizinkan Menikah di Penjara Inggris
AS Menang Banding, Julian...
AS Menang Banding, Julian Assange Terancam Diekstradisi
Pendiri WikiLeaks Julian...
Pendiri WikiLeaks Julian Assange Dibebaskan dari Penjara Inggris
Akankah Pendiri WikiLeaks...
Akankah Pendiri WikiLeaks Julian Assange Diekstradisi ke AS?
China: Kasus Assange...
China: Kasus Assange Cerminkan Kemunafikan AS dan Inggris pada Kebebasan Pers
Berita Terkini
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
11 menit yang lalu
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
1 jam yang lalu
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
2 jam yang lalu
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
3 jam yang lalu
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
4 jam yang lalu
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
7 jam yang lalu
Infografis
Miliarder Elon Musk...
Miliarder Elon Musk Sebut Amerika Serikat sedang Menuju Bangkrut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved