Tragis, Pemburu Badak Tewas Dibunuh Gajah dan Mayatnya Dimakan Singa

Minggu, 07 April 2019 - 08:53 WIB
Tragis, Pemburu Badak...
Tragis, Pemburu Badak Tewas Dibunuh Gajah dan Mayatnya Dimakan Singa
A A A
ADDIS ABABA - Otoritas Taman Nasional Afrika Selatan mengatakan mereka menemukan sisa-sisa tubuh manusia yang diduga sebagai pemburu badak. Pihak otoritas meyakini, korban dibunuh oleh seekor gajah sebelum mayatnya dimakan oleh seekor singa pada awal minggu ini.

Dalam sebuah pernyataannya, Taman Nasional Afrika Selatan mengatakan keluarga korban mengatakan mereka diberitahu tentang kematiannya oleh anak buah korban.

Keluarga mengatakan mereka diberitahu bahwa korban telah dibunuh oleh seekor gajah saat berada di Taman Nasional Kruger, yang terletak di timur laut Afrika Selatan, untuk memburu badak pada hari Selasa. Taman Nasional Kruger merupakan salah satu cagar alam terbesar di Afrika.

Keluarga korban kemudian memberi tahu polisi setempat, yang kemudian melakukan pencarian tak lama setelah itu.

Para petugas baru menemukan mayat korban pada Kamis pagi setelah menerima informasi lebih lanjut ketika empat orang yang diduga anak buah korban ditangkap sehari sebelumnya.

"Selama pencarian ini, yang mendorong untuk memberikan pujian kepada petugas Rangers Lapangan, sisa-sisa mayat ditemukan," kata otoritas Taman Nasional Afrika Selatan dalam pernyataannya.

"Indikasi yang ditemukan di tempat kejadian menunjukkan bahwa singa telah melahap mayat korban, hanya menyisakan tengkorak manusia dan sepasang celana," sambung pernyataan itu.

"Empat tersangka anak buah korban saat ini dalam tahanan dan akan dihadirkan di muka pengadilan pada waktunya," demikian pernyataan pihak otoritas Taman Nasional Afrika Selatan seperti dikutip dari The Hill, Minggu (7/4/2019).

Manajer Eksekutif Taman Nasional Kruger, Glenn Phillips, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dalam sebuah pernyataan.

"Memasuki Taman Nasional Kruger secara ilegal dan berjalan kaki adalah tindakan yang tidak bijak, ia menyimpan banyak bahaya dan kejadian ini adalah bukti akan hal itu," kata Phillips dalam rilisnya.

"Sangat menyedihkan melihat putri-putri dari (almarhum) berduka atas kehilangan ayah mereka, dan lebih buruk lagi, hanya mampu memulihkan sangat sedikit dari mayatnya," imbuhnya.
(ian)
Berita Terkait
Indonesia Dorong Aksi...
Indonesia Dorong Aksi Nyata Pemberdayaan Perempuan di G20 Afrika Selatan
4 Alasan Afrika Selatan...
4 Alasan Afrika Selatan Selalu Jadi Pusat Pergeseran Tatanan kekuatan Global pada 2025
Gedung Parlemen Afrika...
Gedung Parlemen Afrika Selatan di Cape Town Terbakar
Presiden Afsel Berupaya...
Presiden Afsel Berupaya Pertahankan Kekuasaan di Tengah Skandal Korupsi
25.000 Tentara Dikerahkan...
25.000 Tentara Dikerahkan untuk Redam Kerusuhan di Afrika Selatan
Kerusuhan Afrika Selatan...
Kerusuhan Afrika Selatan Menggila, 212 Orang Tewas Secara Brutal
Berita Terkini
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
7 menit yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
1 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
2 jam yang lalu
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
3 jam yang lalu
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
4 jam yang lalu
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
4 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved