Ketua Liga Arab Serukan Semua Pihak di Libya Menahan Diri
Sabtu, 06 April 2019 - 10:33 WIB
Ketua Liga Arab Serukan Semua Pihak di Libya Menahan Diri
A
A
A
KAIRO - Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul-Gheit, menyerukan semua pihak di Libya untuk menahan diri dan segera menurunkan situasi militer di wilatah barat negara itu.
Dalam sebuah pernyataan, Ketua Liga Arab juga mendesak partai-partai di Libya untuk mematuhi jalur politik sebagai satu-satunya solusi untuk krisis di negara itu.
Aboul-Gheit mengatakan dia sangat prihatin dengan perkembangan terakhir di Libya dan bentrokan bersenjata terbaru, pada saat komunitas internasional sedang mengumpulkan upaya untuk mendorong Libya untuk terlibat dalam proses politik yang disponsori oleh PBB.
Dia juga menekankan bahwa tidak ada solusi militer untuk krisis Libya, masalah yang ditegaskan kembali selama KTT AL ke-30 yang diadakan di Tunisia seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu (6/4/2019).
Eskalasi militer terjadi ketika negara itu bersiap untuk mengadakan konferensi nasional yang disponsori PBB yang diperkirakan akan menyatukan banyak pihak Libya dengan pandangan untuk mengakhiri krisis politik di negara itu.
Libya telah berjuang untuk melakukan transisi demokratis di tengah ketidakamanan dan kekacauan sejak jatuhnya rezim mantan pemimpin Muammar Gaddafi pada tahun 2011.
Dalam sebuah pernyataan, Ketua Liga Arab juga mendesak partai-partai di Libya untuk mematuhi jalur politik sebagai satu-satunya solusi untuk krisis di negara itu.
Aboul-Gheit mengatakan dia sangat prihatin dengan perkembangan terakhir di Libya dan bentrokan bersenjata terbaru, pada saat komunitas internasional sedang mengumpulkan upaya untuk mendorong Libya untuk terlibat dalam proses politik yang disponsori oleh PBB.
Dia juga menekankan bahwa tidak ada solusi militer untuk krisis Libya, masalah yang ditegaskan kembali selama KTT AL ke-30 yang diadakan di Tunisia seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu (6/4/2019).
Eskalasi militer terjadi ketika negara itu bersiap untuk mengadakan konferensi nasional yang disponsori PBB yang diperkirakan akan menyatukan banyak pihak Libya dengan pandangan untuk mengakhiri krisis politik di negara itu.
Libya telah berjuang untuk melakukan transisi demokratis di tengah ketidakamanan dan kekacauan sejak jatuhnya rezim mantan pemimpin Muammar Gaddafi pada tahun 2011.
(ian)