Rayakan Ulang Tahun dengan Terjun Payung, Gadis Ini Malah Tewas

Jum'at, 29 Maret 2019 - 10:37 WIB
Rayakan Ulang Tahun...
Rayakan Ulang Tahun dengan Terjun Payung, Gadis Ini Malah Tewas
A A A
MORELOS - Seorang gadis Meksiko memutuskan untuk merayakan ulang tahunnya ke-18 dengan melakukan terjun payung (skydiving). Tragisnya, gadis itu justru tewas setelah jatuh karena parasut yang digunakan gagal dibuka.

Insiden yang dialami gadis bernama Vanessa Ivonne Melendez Cardenas itu terjadi akhir pekan lalu di Tequesquitengo, Morelos, Meksiko.

Keluarga gadis itu bahkan menyaksikan insiden itu dengan ketakutan. Dalam aksi skydiving itu Cardenas tidak sendirian. Ada empat penerjun payung lainnya dari siswa sekolah menengah dan seorang instruktur Mauricio Gutiérrez Castillo, 34, yang beraksi serupa.

Cardenas dan Castillo jatuh dari ketinggian 1.300 kaki setelah parasutnya gagal dibuka. Sedangkan keempat penerjun payung lainnya mendarat dengan aman.

Dalam sebuah rekaman video, seorang anggota keluarga bertanya kepada seseorang apakah "Liz" akan mendarat. Liz adalah nama panggilan untuk Cardenas.

Seorang pria, yang belum diidentifikasi, mengatakan; "Ya Tuhan, saya harap itu Liz, datanglah ke sini karena orang lain sudah hampir mendarat."

Tak lama kemudian, pria itu menyadari bahwa Liz tidak termasuk dalam kelompok skydivers yang mendarat aman. Dia lalu berteriak; "Tidak, tidak, tidak," ketika dia menyadari bahwa Liz hilang.

Tubuh Cardenas dan Mauricio akhirnya ditemukan di padang rumput.

Video tersebut memperlihatkan anggota keluarga yang kebingungan melihat ke tubuh mereka.

Perusahaan yang menyelenggarakan skydiving menegaskan bahwa insiden itu bukan kecelakaan yang disebabkan oleh kerusakan peralatan. Jorge Gaitán, direktur Albatros Parachuting, percaya seseorang diduga telah memanipulasi mekanisme pelepasan.

"Itu bukan kegagalan peralatan atau semacamnya. Itu pasti ada hubungannya dengan seseorang yang ada di penerbangan itu, yang memanipulasi dan mengaktifkan mekanisme pelepasan," katanya.

"Itu tidak berakhir secara kebetulan, itu disebabkan oleh manusia. Kita sedang dalam penyelidikan. Kita masih tidak tahu apa yang terjadi," ujarnya, seperti dikutip Daily Mirror, Kamis (28/3/2019) malam.

Perusahaan skydiving, yang tidak menawarkan asuransi karena dianggap sebagai olahraga ekstrem, mengatakan itu mekanisme pelepasan diaktifkan pada tingkat di mana tidak mungkin bagi parasut untuk merespons.
(mas)
Berita Terkait
Gempa Berkekuatan Magnitudo...
Gempa Berkekuatan Magnitudo 7,6 Mengguncang Pantai Pasifik Meksiko
Puluhan Kerangka Mammoth...
Puluhan Kerangka Mammoth Ditemukan di Mexico City
Meksiko Mau Tukar Pesawat...
Meksiko Mau Tukar Pesawat Kepresidenan dengan Alat Medis
Presiden Meksiko Ingin...
Presiden Meksiko Ingin Segera Selesaikan Penjualan Jet Mewah
Presiden Meksiko Segera...
Presiden Meksiko Segera Undi Lotere Berhadiah Pesawat Mewah
Aktris Meksiko Ditembak...
Aktris Meksiko Ditembak Mati Saat Menunggu Putranya Main Bola
Berita Terkini
Menlu Araghchi: Pengkhianatan...
Menlu Araghchi: Pengkhianatan di Balik Pembunuhan Khamenei Berdampak pada Pengambilan Keputusan
5 menit yang lalu
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
1 jam yang lalu
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
1 jam yang lalu
AS Akan Rebut Pulau...
AS Akan Rebut Pulau Kharg, Iran: Kita Akan Menyambut
2 jam yang lalu
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
4 jam yang lalu
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
4 jam yang lalu
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved