Sistem Pertahanan Rudal AS Bersiap Lakukan Tes Paling Menantang

Senin, 25 Maret 2019 - 10:19 WIB
Sistem Pertahanan Rudal...
Sistem Pertahanan Rudal AS Bersiap Lakukan Tes Paling Menantang
A A A
WASHINGTON - Sistem pertahanan rudal Pentagon akan mencoba apa yang menjadi tes paling menantang kemampuan militer Amerika Serikat (AS). Sistem rudal tersebut bersiap menjalani tes menembak jatuh rudal yang diibaratkan datang dari musuh seperti Korea Utara atau Iran.

Tiga sumber yang mengetahui rencana Pentagon itu mengungkapnya kepada Bloomberg.

Badan Pertahanan Rudal (MDA) pada Senin (25/3/2019) akan menembakkan dua rudal pencegat berhulu ledak terbaru dari Raytheon Co. Tembakan kedua rudal pencegat akan berselang dalam hitungan detik dalam sebuah tes yang belum diumumkan secara publik.

Pencegat pertama akan berusaha menghantam target tiruan yang mewakili rudal balistik antarbenua (ICBM) yang masuk ke wilayah AS. Yang kedua akan menggunakan sensornya untuk mendeteksi ICBM lain atau tindakan pencegahan lainnya.

Uji coba yang dijadwalkan hari Senin ini akan menjadi tes pertahanan rudal pertama sejak tes yang sukses pada Mei 2017. Sistem ini telah melakukan tes intersepsi pada Juni 2014 setelah dua tes mengalami kegagalan pada 2010.

Mark Wright, juru bicara MDA, mengatakan dalam sebuah email; "(Saya) tidak punya apa-apa untuk diumumkan saat ini."

Sistem radar yang dikelola Boeing Co bernilai USD36 miliar, link komando dan 44 rudal pencegat berbasis darat di California dan Alaska dirancang untuk mengalahkan serangan rudal.

Pentagon meminta anggaran USD 9,4 miliar pada tahun fiskal 2020 untuk program-program MDA, termasuk USD1,4 miliar untuk segmen rudal berbasis darat.

Upaya intersepsi adalah uji penerbangan operasional pertama program tersebut. "Jika berhasil, akan menunjukkan aspek mendasar, namun sangat penting, tentang bagaimana sistem tempur akan beroperasi dalam serangan rudal di tanah air AS," kata kata Cristina Chaplain, direktur sistem antariksa dan rudal untuk Kantor Akuntabilitas Pemerintah, dalam sebuah email.

"Tes telah ditunda lebih dari satu dekade, karena mungkin tes yang paling menantang dalam sejarah program yang hampir 30 tahun," katanya.
(mas)
Berita Terkait
Jepang Segera Beli 400...
Jepang Segera Beli 400 Rudal Jelajah Tomahawk dari Amerika Serikat
5 Rudal Korea Utara...
5 Rudal Korea Utara yang Ditakuti Amerika Serikat
Rabu Pagi, Korea Utara...
Rabu Pagi, Korea Utara Tembakkan Dua Rudal Jelajah
Memanas, Korea Utara...
Memanas, Korea Utara Luncurkan Beberapa Rudal Jelajah dari Pantai Timur
Iran Klaim Punya Rudal...
Iran Klaim Punya Rudal Jelajah Jarak Jauh Lebih Hebat dari Tomahawk AS
Korut Tembakkan Beberapa...
Korut Tembakkan Beberapa Rudal, Diduga Jenis Rudal Jelajah
Berita Terkini
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
49 menit yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
2 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
2 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
4 jam yang lalu
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
5 jam yang lalu
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
6 jam yang lalu
Infografis
AS Jual Rudal AMRAAM...
AS Jual Rudal AMRAAM ke Arab Saudi Senilai Rp57,6 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved