Horor Pembantaian 134 Muslim Mali, Sebagian Dibakar Hidup-hidup

Senin, 25 Maret 2019 - 08:50 WIB
Horor Pembantaian 134...
Horor Pembantaian 134 Muslim Mali, Sebagian Dibakar Hidup-hidup
A A A
BAMAKO - Aksi sejumlah pria menyamar sebagai pemburu dan membantai setidaknya 134 petani dan penggembala Muslim di Ogossogou, Mali tengah, pada hari Sabtu menyisakan cerita mengerikan. Menurut PBB, wanita yang sedang hamil ikut dibunuh dan beberapa korban dibakar hidup-hidup.

Video terbaru dari kekerasan itu beredar pada hari Minggu. Video menunjukkan para korban berserakan di tanah di tengah sisa-sisa rumah mereka yang terbakar.

Milisi etnik Dogon yang telah disalahkan atas sejumlah serangan di Mali tengah selama setahun terakhir dituduh menyerang sebuah desa etnis Peuhl sesaat sebelum fajar pada hari Sabtu.

Menurut Tabital Pulaaku, sebuah kelompok misi antikekerasan Peuhl, di antara para korban di Ogossogou adalah wanita hamil, anak-anak kecil dan orang tua.

Menurut laporan ABC, Senin (25/3/2019), sekelompok pria bersenjata menyamar sebagai pemburu tradisional dan menyerang para penggembala Fulani. Kelompok etnis Fulani adalah seminomadik, terutama Muslim dan tinggal di berbagai negara Afrika Barat.

Video grafis yang diperoleh The Associated Press menunjukkan setelah serangan hari Sabtu, banyak korban terbakar di dalam rumah mereka. Tubuh anak kecil terlihat ditutupi dengan selembar kain, dan ada pula kartu ID ditunjukkan warga setempat berlumuran darah.

Di Ibu Kota Mali, Bamako, Presiden Dewan Keamanan PBB Francois Delattre yang sedang berkunjung pada Sabtu malam mengecam pembunuhan itu sebagai "serangan tak terkatakan".

Paling tidak 55 orang terluka dan misi PBB di Mali mengatakan bahwa mereka sedang bekerja untuk memastikan orang yang terluka telah dievakuasi. Di New York, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk serangan itu dan menyerukan pemerintah Mali untuk segera menyelidikinya serta membawa para pelaku ke pengadilan.

Kelompok ekstremis Islam diusir dari pusat-pusat kota di Mali utara selama operasi militer yang dipimpin Prancis 2013. Para militan, yang tersebar di seluruh daerah pedesaan, berkumpul kembali dan mulai melancarkan berbagai serangan terhadap militer Mali dan misi PBB.

Sejak 2015, ekstremisme telah merangsek jauh ke Mali tengah dan telah memperburuk ketegangan antara kelompok Dogon dan Peuhl.

Anggota-anggota kelompok Dogon menuduh kelompok Peulh mendukung para militan yang terkait dengan kelompok-kelompok kekerasan di utara dan di luar negeri. Kelompok Peulh menuduh balik kelompok Dogon mendukung tentara Mali dalam upayanya untuk membasmi ekstremisme.

Pada bulan Desember, Human Rights Watch telah memperingatkan bahwa pembunuhan milisi terhadap warga sipil di Mali tengah dan utara sudah di luar kendali.

Kelompok HAM itu mengatakan milisi etnik Dogon yang dikenal sebagai Dan Na Ambassagou dan pemimpinnya telah dikaitkan dengan banyak kekejaman dan menyerukan pemerintah Mali untuk menuntut para pelaku.
(mas)
Berita Terkait
Prancis Tidak Terima...
Prancis Tidak Terima Serangan Udaranya Dilaporkan Hantam Pesta Pernikahan
Mali Minta PBB Tarik...
Mali Minta PBB Tarik Misi Penjaga Perdamaian Tanpa Penundaan
Rusia Veto Perpanjangan...
Rusia Veto Perpanjangan Sanksi PBB terhadap Negara Afrika
Bom Hantam Konvoi Pasukan...
Bom Hantam Konvoi Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Mali, 3 Tentara Tewas
Wagner Perkuat Operasi...
Wagner Perkuat Operasi di Afrika, PBB AKhiri Misi Penjaga Perdamaian di Mali
Inggris Tarik Pulang...
Inggris Tarik Pulang 300 Tentara dari Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Mali
Berita Terkini
AS Ingin Ambil Alih...
AS Ingin Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Kita Akan Dapat Bayaran
2 jam yang lalu
Citra Satelit Ungkap...
Citra Satelit Ungkap Kerusakan Parah pada Pangkalan AS Akibat Serangan Iran
3 jam yang lalu
Pakar Militer Ungkap...
Pakar Militer Ungkap Pertarungan Sangat Sengit AS dan Iran untuk Berebut Selat Hormuz
3 jam yang lalu
3 Fakta Kebakaran Bar...
3 Fakta Kebakaran Bar di Bangkok Tewaskan 27 Orang, Pintu Darurat Terhalang
5 jam yang lalu
Selat Hormuz Makin Tidak...
Selat Hormuz Makin Tidak Aman, Harga Minyak Terus Melonjak
6 jam yang lalu
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
7 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Asia Diam-diam...
5 Negara Asia Diam-diam Dukung Israel, Salah Satunya Mayoritas Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved