Teroris Selandia Baru Diyakini Beraksi Sendirian

Minggu, 17 Maret 2019 - 08:36 WIB
Teroris Selandia Baru...
Teroris Selandia Baru Diyakini Beraksi Sendirian
A A A
WELLINGTON - Kepolisian Selandia Baru mengatakan tersangka teroris yang melakukan serangan kembar terhadap masjid di Christchurch diyakini beraksi sendirian. Brenton Tarrant, seorang pendukung supremasi kulit putin asal Australia, menyiarkan secara langsung aksi brutalnya itu di Facebook.

Komisaris Polisi Selandia Baru Mike Bush mengatakan pada konferensi pers bahwa pria 28 tahun asal Australia itu adalah satu-satunya orang yang dituntut. Empat orang yang ditangkap setelah peristiwa itu diyakini tidak terlibat. Ia menambahkan, bagaimanapun, ia tidak bisa konklusif.

"Saya tidak akan mengatakan sesuatu yang konklusif sampai kita benar-benar yakin berapa banyak orang yang terlibat," dia mengingatkan seperti dikutip dari BBC, Minggu (17/3/2019).

Bush mengatakan, polisi tidak percaya bahwa dua orang lainnya yang ditahan terkait dengan serangan itu. Seorang wanita telah dibebaskan tanpa tuduhan dan seorang pria didakwa dengan pelanggaran senjata api.

Pria lain juga telah dibebaskan karena ternyata membantu menghentikan serangan, dipersenjatai dengan pistol, juga dibebaskan tanpa dakwaan.

"Seorang anak perempuan berusia 18 tahun juga ditangkap tetapi keterlibatannya dikatakan 'bersinggungan' dan dia akan muncul di pengadilan pada hari Senin," tambah Bush.

Selain itu tak satu pun dari mereka yang ditahan memiliki catatan kriminal.

Lima puluh orang tewas dan 50 lainnya cedera dalam apa yang merupakan serangan terburuk Selandia Baru.

Bush mengatakan, pihak berwenang bekerja secepat mungkin untuk menyelesaikan identifikasi para korban serangan di Masjid al-Noor dan Masjid Linwood.

Pada hari Sabtu, tersangka utama muncul di pengadilan dengan kemeja penjara putih dan borgol, sambil tersenyum saat menghadap kamera. Ia telah didakwa dengan satu dakwaan pembunuhan - dengan lebih banyak dakwaan diperkirakan akan menyusul.

Tarrant telah dikembalikan ke tahanan tanpa permohonan jaminan dan dijadwalkan untuk muncul di pengadilan lagi pada tanggal 5 April.

Hakim Ketua memutuskan bahwa wajah tersangka harus disamarkan dalam foto dan gambar bergerak untuk mempertahankan haknya atas persidangan yang adil.

Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan Tarrant memiliki lisensi senjata api dan memiliki lima senjata.
(ian)
Berita Terkait
Angkat Keberagaman,...
Angkat Keberagaman, Ardern Tunjuk Wanita Maori Bertato hingga Pria Gay Dalam Kabinetnya
Bulan Depan, Selandia...
Bulan Depan, Selandia Baru Kembali Gelar Turnamen Tenis
Tersesat, Pinguin Antartika...
Tersesat, Pinguin Antartika Ini Berenang 3.000 km ke Selandia Baru
Selandia Baru Heboh,...
Selandia Baru Heboh, Kelelawar Menangkan Kontes Burung Tahunan
Negara Paling Damai...
Negara Paling Damai di Tahun 2022 Menurut Global Peace Index
Pelaku Penembakan Polisi...
Pelaku Penembakan Polisi Selandia Baru Tertangkap
Berita Terkini
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
32 menit yang lalu
Iran Ancam Negara-negara...
Iran Ancam Negara-negara Teluk untuk Tidak Jadi Arena bagi Serangan AS
1 jam yang lalu
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AS Gunakan Drone Laut untuk Menyerang Iran
2 jam yang lalu
Terungkap, Gempa Dahsyat...
Terungkap, Gempa Dahsyat Sumatra Sebabkan Singapura Tenggelam Secara Bertahap
2 jam yang lalu
Sirene dan Peringatan...
Sirene dan Peringatan Berbunyi di Seluruh Negara Arab
3 jam yang lalu
AS Kembalikan 2 Arca...
AS Kembalikan 2 Arca Buddha Abad ke-8 ke Indonesia, Hasil Curian Douglas Latchford
3 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved