AS dan Rusia Cari Cara Cabut Larangan Bepergian Pemimpin Taliban

Minggu, 24 Februari 2019 - 13:51 WIB
AS dan Rusia Cari Cara...
AS dan Rusia Cari Cara Cabut Larangan Bepergian Pemimpin Taliban
A A A
KABUL - Amerika Serikat (AS) dan Rusia sepakat untuk mencari cara untuk mencabut larangan perjalanan bagi para negosiator Taliban untuk berpartisipasi dalam pembicaraan damai. Demikian yang diungkapkan oleh utusan perdamaian AS sebelum putaran baru perundingan damai yang dijadwalkan awal pekan depan.

Mencabut larangan bepergian yang dikenakan atas para pemimpin Taliban oleh PBB telah menjadi salah satu tuntutan utama kelompok Islam garis keras itu yang memulai negosiasi dengan para pejabat AS pada 2018 untuk mengakhiri perang berumur 17 tahun.

Utusan perdamaian khusus AS, Zalmay Khalilzad, yang memimpin pembicaraan damai dengan Taliban, membahas masalah pencabutan larangan bepergian bagi para pemimpin Taliban dengan koleganya dari Rusia, Zamir Kabulov di Ankara, Jumat, kemarin.

"Duta Besar Kabulov dan saya juga membahas hambatan perjalanan untuk pembicaraan. Kami akan mengeksplorasi opsi untuk mengamankan keringanan perjalanan PBB bagi para negosiator Taliban untuk berpartisipasi dalam pembicaraan damai," tulisnya di Twitter seperti disitir dari Reuters, Minggu (24/2/2019).

Pejabat AS yang akrab dengan negosiasi mengatakan pencabutan larangan bepergian pada beberapa pemimpin Taliban dapat membantu mempercepat langkah negosiasi yang sedang berlangsung.

Taliban mengatakan akan melanjutkan perundingan pada hari Senin dengan AS di Qatar. Kelompok itu bersikeras pertemuan tersebut "akan terbukti positif" meskipun ada propaganda menentang proses perdamaian.

Pekan lalu Taliban harus membatalkan pertemuan di Pakistan setelah pemerintah Afghanistan memprotes kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa bahwa para pemimpin kelompok pemberontak itu melanggar pembatasan perjalanan di bawah sanksi internasional.

Namun, para pemimpin Taliban telah berhasil menghindari pembatasan, memunculkan pertanyaan tentang upaya PBB dalam membatasi gerakan mereka. Dalam beberapa bulan terakhir, perwakilan Taliban telah mengunjungi Teheran, Beijing dan Moskow.

Pemerintah Afghanistan marah karena negara-negara regional telah memfasilitasi perjalanan bagi para pemimpin kelompok pemberontak, termasuk sebuah konferensi di Moskow di mana delegasi Taliban bertemu dengan para politisi oposisi Afghanistan.
(ian)
Berita Terkait
Taliban dan Gagalnya...
Taliban dan Gagalnya Amerika Serikat Membangun Negara Boneka di Afghanistan
Iran: Pengusiran Amerika...
Iran: Pengusiran Amerika Serikat dari Afghanistan 'Memalukan'
Senator Republik: Amerika...
Senator Republik: Amerika Serikat Akan Kembali ke Afghanistan
Rusia Mengaku Khawatir...
Rusia Mengaku Khawatir dengan Perkembangan Situasi di Afghanistan
Taliban Bantah Ditawari...
Taliban Bantah Ditawari Hadiah oleh Rusia untuk Bunuh Tentara AS
China: Mesin-mesin Perang...
China: Mesin-mesin Perang Amerika Serikat Jadi Taman Bermain Taliban
Berita Terkini
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
21 menit yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
1 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
2 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
3 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
4 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
5 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved