AS Kantongi Bukti Transfer Intelijen Rusia ke Taliban
Rabu, 01 Juli 2020 - 10:27 WIB
loading...
Tentara AS di Afghanistan dilaporkan jadi buruan Taliban untuk mendapatkan hadiah dari Rusia. Foto/Ilustrasi
A
A
A
WASHINGTON - Pejabat Amerika Serikat (AS) berhasil mendapatkan data elektronik yang menunjukkan transfer keuangan dalam jumlah besar dari rekening bank yang dikendalikan oleh badan intelijen militer Rusia ke rekening yang terkait dengan Taliban . Temuan ini menguatkan tudingan bahwa Rusia secara diam-diam menawarkan hadiah untuk membunuh tentara AS dan pasukan koalisi di Afghanistan.
Begitu bunyi laporan yang surat kabar New York Times (NYT) yang mengutip tiga pejabat intelijen AS.
"Para analis menyimpulkan bahwa transfer itu kemungkinan besar merupakan bagian dari program pemberian hadiah yang digambarkan para tahanan selama interogasi," seperti dikutip dari surat kabar yang berbasis di AS itu, Rabu (1/7/2020).
Penyelidik juga mengidentifikasi sejumlah warga Afghanistan dalam jaringan yang terkait dengan dugaan operasi Rusia, termasuk seseorang yang diyakini telah menjadi perantara untuk mendistribusikan sejumlah dana.
Temuan ini memperkuat temuan sebelumnya yang diperoleh selama interogasi dan melemahkan klaim pejabat Gedung Putih bahwa intelijen belum memberitahukan kepada Presiden Donald Trump .
"Faktanya, menurut dua orang pejabat, informasi itu telah diberikan kepadanya (Trump) dalam laporan tertulis harian pada akhir Februari," tulis NYT.
Pejabat Gedung Putih dan Dewan Keamanan Nasional menolak berkomentar terkait temuan ini. Mereka tetap berpegang pada pernyataan Direktur Intelijen Nasional John Ratclife, penasihat keamanan nasional, Robert C. O'Brien, dan juru bicara Pentagon, Jonathan Hoffman. Mereka semua mengatakan bahwa laporan berita terbaru tentang Afghanistan tetap tidak berdasar. (Baca: Bunuh Tentara AS Dapat Hadiah, Pentagon: Belum Ada Bukti Kuat )
Begitu bunyi laporan yang surat kabar New York Times (NYT) yang mengutip tiga pejabat intelijen AS.
"Para analis menyimpulkan bahwa transfer itu kemungkinan besar merupakan bagian dari program pemberian hadiah yang digambarkan para tahanan selama interogasi," seperti dikutip dari surat kabar yang berbasis di AS itu, Rabu (1/7/2020).
Penyelidik juga mengidentifikasi sejumlah warga Afghanistan dalam jaringan yang terkait dengan dugaan operasi Rusia, termasuk seseorang yang diyakini telah menjadi perantara untuk mendistribusikan sejumlah dana.
Temuan ini memperkuat temuan sebelumnya yang diperoleh selama interogasi dan melemahkan klaim pejabat Gedung Putih bahwa intelijen belum memberitahukan kepada Presiden Donald Trump .
"Faktanya, menurut dua orang pejabat, informasi itu telah diberikan kepadanya (Trump) dalam laporan tertulis harian pada akhir Februari," tulis NYT.
Pejabat Gedung Putih dan Dewan Keamanan Nasional menolak berkomentar terkait temuan ini. Mereka tetap berpegang pada pernyataan Direktur Intelijen Nasional John Ratclife, penasihat keamanan nasional, Robert C. O'Brien, dan juru bicara Pentagon, Jonathan Hoffman. Mereka semua mengatakan bahwa laporan berita terbaru tentang Afghanistan tetap tidak berdasar. (Baca: Bunuh Tentara AS Dapat Hadiah, Pentagon: Belum Ada Bukti Kuat )
Lihat Juga :