Rusia Mengaku Khawatir dengan Perkembangan Situasi di Afghanistan

Selasa, 06 Juli 2021 - 04:07 WIB
loading...
Rusia Mengaku Khawatir...
Rusia mengaku prihatin dengan perkembangan di wilayah perbatasan Afghanistan setelah penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dari negara tersebut. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Rusia mengaku prihatin dengan perkembangan di wilayah perbatasan Afghanistan setelah penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dari negara tersebut. Intensitas pertempuran antara tentara Afghanistan dan Taliban meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir di wilayah Afghanistan, yang berdekatan dengan perbatasan Tajikistan.

“Tentu saja, setelah Amerika dan sekutu mereka keluar dari Afghanistan, situasi di negara itu menjadi perhatian serius bagi kami," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov. Baca juga: Terlibat Pertempuran Sengit dengan Taliban, 300 Tentara Afghanistan Melarikan Diri

"Kami terus mengawasi (situasi) dan mencatat bahwa, sayangnya, destabilisasi sedang terjadi," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Tass pada Selasa (6/7/2021).

Disinggung soal apakah Rusia sedang menjajaki kemungkinan mengirim pasukan tambahan untuk membantu Tajikistan melindungi perbatasan, Peskov mencatat bahwa prajurit militer Rusia dan penjaga perbatasan akan memantau situasi di wilayah perbatasan Afghanistan dan membuat keputusan yang tepat.

“Mengenai kontingen tambahan, saya tidak bisa memberitahu Anda. Tentu saja, seiring dengan perkembangan situasi, dan kami melihat bahwa, sayangnya, itu tidak berkembang dengan cara terbaik, keputusan yang diperlukan akan dibuat oleh militer dan penjaga perbatasan kami," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Parah! Siswa SMA Ini...
Parah! Siswa SMA Ini Masukkan Spermanya ke Tumbler Guru Perempuan
Rekomendasi
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Solusi Praktis Pengurusan...
Solusi Praktis Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
Berita Terkini
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved