Maduro Anggap Dirinya seperti Yesus, Peringatkan Trump Berlumur Darah

Senin, 04 Februari 2019 - 16:47 WIB
Maduro Anggap Dirinya...
Maduro Anggap Dirinya seperti Yesus, Peringatkan Trump Berlumur Darah
A A A
CARACAS - Presiden Venezuela Nicolas Maduro Moros menganggap dirinya seperti Yesus Kristus ketika berbicara dengan pejabat militer pada hari Minggu waktu Caracas. Dia memperingatkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan berlumuran darah jika nekat menginvasi Caracas.

"Saya seorang pekerja seperti Yesus Kristus sang Juru Selamat dan saya adalah seorang Kristen yang berbakti dari hati seorang Kristen kepada Tuhan kita," kata Maduro.

Dia menyerukan kepada militer untuk cinta Tanah Air dengan menjamin persatuan dan kedaulatan negara. Seruan itu dia lontarkan dengan mengutip kata-kata William Shakespeare.

"Menjadi atau tidak menjadi, kata Shakespeare yang agung. Menjadi atau tidak menjadi, ini adalah dilema hari ini. Menjadi tanah air atau menjadi koloni. Menjadi Venezuela atau tidak menjadi apa-apa. Menjadi rakyat yang bersatu dan kekuatan bersenjata atau disintegrasi, untuk menjadi masa depan atau mimpi yang hilang yang berusia lebih dari 200 tahun," kata Maduro.

Presiden penerus Hugo Chavez ini kemudian memperingatkan siapa pun yang mencoba untuk melemahkan Venezuela karena bisa memicu perang saudara. Dia mengendaki perdamaian, bukan intervensi militer di negaranya.

Pernyataan itu muncul setelah wawancara Maduro dengan program berita Spanyol, Salvados, di mana dia secara khusus memperingatkan Donald Trump tentang konsekuensi yang jauh lebih parah jika Presiden AS itu nekat menginvasi Venezuela untuk menggulingkannya.

"Stop. Stop, Trump! Tahan di sana! Anda membuat kesalahan yang akan membuat tangan Anda berlumuran darah dan Anda akan meninggalkan kepresidenan yang berlumuran darah. Mengapa Anda ingin mengulang (perang) Vietnam?," kata Maduro, dikutip Sputnik, Senin (4/2/2019).

Pada hari Minggu, Trump mengatakan dalam sebuah wawancara dengan CBS bahwa intervensi militer AS di Venezuela tetap menjadi opsi. Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza menggambarkan pernyataan Trump itu sebagai bukti bahwa Washington berada di belakang upaya untuk melakukan kudeta di negara Amerika Latin tersebut.

"(Presiden AS) Donald Trump menegaskan bahwa ia memimpin kudeta negara ketika ia mengancam akan menggunakan kekuatan militer lagi, melanggar Piagam PBB. Oposisi Venezuela dikendalikan oleh Trump," kata Arreaza.

Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez juga mengutuk pernyataan Trump. Dia menekankan bahwa rakyat Venezuela tidak akan mengizinkan campur tangan asing dalam krisis politik di negaranya.

Krisis politik di Venezuela semakin parah ketika Juan Guaido, pemimpin oposisi yang menjadi Ketua Majelis Nasional, menyatakan dirinya sebagai presiden sementara negara itu pada 23 Januari.

Deklarasi itu didukung oleh Amerika Serikat, sebagian besar negara-negara Amerika Latin dan beberapa negara Uni Eropa. Sedangkan Rusia, China, Meksiko, Turki, Iran dan beberapa negara lainnya mendukung Presiden Nicolas Maduro yang terpilih secara konstitusional dalam pemilu 2018.
(mas)
Berita Terkait
7 Kebijakan Nicolas...
7 Kebijakan Nicolas Maduro yang Dinilai Menyengsarakan Rakyat Venezuela
Trump dan Venezuela:...
Trump dan Venezuela: Cermin Ketidakadilan Global
Trump Bantah Keterlibatan...
Trump Bantah Keterlibatan AS dalam Upaya Pembunuhan Maduro
Maduro Nyatakan Siap...
Maduro Nyatakan Siap Duduk Satu Meja dengan Trump
Topeng Hijau Amerika...
Topeng Hijau Amerika dan Daya Tarik Venezuela
Trump Ungkap Bagaimana...
Trump Ungkap Bagaimana Ia Ingin Kelola Venezuela
Berita Terkini
Iran Ancam Negara-negara...
Iran Ancam Negara-negara Teluk untuk Tidak Jadi Arena bagi Serangan AS
39 menit yang lalu
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AS Gunakan Drone Laut untuk Menyerang Iran
1 jam yang lalu
Terungkap, Gempa Dahsyat...
Terungkap, Gempa Dahsyat Sumatra Sebabkan Singapura Tenggelam Secara Bertahap
1 jam yang lalu
Sirene dan Peringatan...
Sirene dan Peringatan Berbunyi di Seluruh Negara Arab
2 jam yang lalu
AS Kembalikan 2 Arca...
AS Kembalikan 2 Arca Buddha Abad ke-8 ke Indonesia, Hasil Curian Douglas Latchford
3 jam yang lalu
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
4 jam yang lalu
Infografis
Chronic Venous Insufficiency,...
Chronic Venous Insufficiency, Penyakit yang Diderita Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved