Mahathir: Israel Negara Kriminal yang Pantas Dihukum!

Selasa, 29 Januari 2019 - 07:19 WIB
Mahathir: Israel Negara...
Mahathir: Israel Negara Kriminal yang Pantas Dihukum!
A A A
KUALA LUMPUR - Perdana Menteri (PM) Malaysia mengatakan Israel adalah negara kriminal yang pantas dihukum. Komentarnya itu untuk menyoroti kekejaman rezim Zionis terhadap Palestina.

"Saya mengimbau mereka yang bersimpati dengan Palestina untuk menyuarakan kecaman mereka. Terorisme bukanlah jawabannya. Diperlukan strategi yang tepat untuk membawa keadilan bagi Palestina," katanya.

Dalam sebuah posting blog pada hari Senin (28/1/2019) berjudul "A Genocidal State", pemimpin Malaysia ini mengatakan seluruh dunia bisa melihat ketidakadilan dan penindasan orang-orang Palestina oleh Israel, tetapi Israel bahkan tidak dikritik oleh orang-orang yang berbicara begitu banyak tentang kebebasan dari penindasan dan supremasi hukum.

"Israel tampaknya diistimewakan. Jika ada yang mengkritik Israel atau holocaust, dia langsung dicap anti-Semit. Implikasinya adalah dia tidak manusiawi atau tidak bermoral. Tetapi ketidakmanusiawaian Israel yang terang-terangan tidak dikutuk," ujar Matahir, yang dikutip dari Bernama, Selasa (29/1/2019).

Malaysia, kata dia, bukan anti-Yahudi atau anti-Semit. Menurutnya, orang-orang Arab juga orang-orang Semitik.

"Tetapi kami berhak mengutuk perilaku tidak manusiawi dan menindas di mana pun, oleh siapa pun. Kami telah mengutuk rakyat Myanmar atas perlakuan mereka terhadap Rohingya. Kami telah mengkritik banyak negara dan orang-orang atas tindakan tidak manusiawi," katanya.

"Banyak orang dan banyak negara telah mengutuk kita. Tetapi kita belum diberi label atau menyebut orang yang berbicara sebagai hal yang benar di dunia yang bebas," lanjut Mahathir.

Sebelumnya diberitakan bahwa Komite Paralimpik Internasional (IPC) telah mencoret hak Malaysia untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Para Renang Dunia 2019 yang dijadwalkan 29 Juli-4 Agustus di Kuching setelah negara itu tidak mengizinkan atlet Israel untuk berpartisipasi.

"Malaysia melarang dua atlet Israel, AS melarang warga negara dari lima negara Islam dan berencana untuk membangun tembok melawan Amerika Selatan. Hongaria, Polandia dan Republik Ceko melarang pengungsi. Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban menyebut pengungsi Suriah sebagai 'penjajah Muslim'," papar Mahathir menyoroti absurdnya situasi.

Dia mengakui ada dukungan kuat untuk Israel dan Malaysia tidak bisa bertindak terhadap Israel. Namun, kata Mahathir, Kuala Lumpur memiliki hak untuk melarang masuk orang Israel.

"Ketika dunia mengutuk kita untuk ini, kita memiliki hak untuk mengatakan bahwa dunia sedang munafik. Pembicaraan mereka tentang hak asasi manusia dan aturan hukum adalah kata-kata kosong," kritik Mahathir.

Bagi mereka yang mungkin telah melupakan sejarah, Mahathir mengingatkan bahwa Israel diciptakan dari sebidang tanah Palestina tanpa referendum atau plebisit, dengan orang Palestina diusir dari Palestina tanpa kompensasi untuk tanah dan rumah yang disita oleh Israel.

Dia melanjutkan, Israel kemudian mengambil lebih banyak tanah Palestina sehingga Israel menjadi lebih besar, membangun banyak pemukiman di tanah Palestina tanpa persetujuan dari bangsa Palestina.

"Ketika orang-orang Palestina menentang dan melemparkan batu ke tank-tank Israel dan mobil-mobil lapis baja, para prajurit Israel menembakkan peluru tajam ke arah anak-anak Palestina dan menangkap banyak dari mereka. Orang-orang yang ditangkap ditahan selama bertahun-tahun tanpa pengadilan," katanya.

Mahathir lantas menyinggung blokade ilegal terhadap Gaza, tetapi tidak ada negara yang mengutuk Israel karena melanggar hukum internasional dan kode moral.

"Hari ini Israel menyatakan bahwa Yerusalem adalah ibukotanya. Ketika Palestina menampar tentara Israel, mereka ditembak dan dibunuh dan banyak yang ditahan," katanya, seraya menambahkan bahwa warga Palestina tidak dapat mengunjungi kerabat tanpa menjadi sasaran penghinaan di banyak tempat pemeriksaan yang dibuat oleh orang Israel.

Ketika Palestina menembakkan roket yang sia-sia ke Israel, kata dia, Israel menjatuhkan bom dan menembakkan rudal ke kota-kota dan desa-desa Palestina yang menghancurkan sekolah dan rumah sakit serta membunuh atau melukai pasien dan anak-anak.

Dia mengatakan ribuan warga Palestina telah terbunuh atau terluka melalui tindakan militer Israel.

Semua ini, kata dia, menjawab pertanyaan mengapa Malaysia tidak mengakui Israel, tidak memiliki hubungan diplomatik dengan negara itu, dan tidak mengizinkan warga Malaysia untuk mengunjungi Israel atau sebaliknya.

"Ini adalah satu-satunya negara di dunia yang diperlakukan Malaysia dengan cara ini," kata Mahathir.
(mas)
Berita Terkait
Mahathir Desak Negara-negara...
Mahathir Desak Negara-negara Muslim Kaya Lawan Israel dengan Senjata Finansial
Masuk Rumah Sakit, Mahathir...
Masuk Rumah Sakit, Mahathir Mohammad Lakukan Pemeriksaan Medis dan Observasi
Tua-tua Keladi, Mahathir...
Tua-tua Keladi, Mahathir Mohamad Bentuk Parti Pejuang Tanah Air
Mahathir Dukung Kandidat...
Mahathir Dukung Kandidat Baru Perdana Menteri Malaysia
Diusir Partainya Sendiri,...
Diusir Partainya Sendiri, Mahathir Melawan
Mantan PM Malaysia Najib...
Mantan PM Malaysia Najib Razak Terbebas dari Jeratan Korupsi
Berita Terkini
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
20 menit yang lalu
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
1 jam yang lalu
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
1 jam yang lalu
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
1 jam yang lalu
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
2 jam yang lalu
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
3 jam yang lalu
Infografis
Sudaryono, Anak Petani...
Sudaryono, Anak Petani Grobogan yang Dipercaya Jadi Ketua BGN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved