India Tahan 31 Muslim Rohingya

Rabu, 23 Januari 2019 - 08:37 WIB
India Tahan 31 Muslim...
India Tahan 31 Muslim Rohingya
A A A
NEW DELHI - India menahan 31 Muslim Rohingya setelah terjadi pertikaian di perbatasan negara itu dengan Bangladesh. Pertikaian pecah setelah kedua belah pihak menolak menerima kelompok minoritas Myanmar itu.

Sebanyak 1.300 Muslim Rohingya telah memasuki Bangladesh dari India beberapa pekan terakhir dalam sebuah eksodus yang dipicu oleh tindakan New Delhi mendeportasi mereka ke Myanmar. Kelompok tanpa kewarganegaraan itu telah mengalami kekerasan dan penganiayaan yang oleh PBB disebut sebagai pembersihan etnis.

Baca: 1.300 Muslim Rohingya Eksodus ke Bangladesh dari India

Kelompok terbaru, termasuk 17 anak-anak, terjebak dalam wilayah perbatasan selama tiga hari setelah melewati pagar kawat berduri di sisi perbatasan India, sebelum penjaga perbatasan Bangladesh menyerahkannya kepada pihak berwenang India.

Menurut juru bicara kepolisian India kelompok itu kemudian ditahan di negara bagian Tripura timur laut dan didakwa memasuki negara secara ilegal.

"Mereka berada dalam tahanan polisi dan akan diajukan ke pengadilan setempat besok untuk perintah lebih lanjut," katanya seperti dikutip dari AFP, Rabu (23/1/2019).

Juru bicara itu juga mengatakan bahwa New Delhi telah diberitahu bahwa Muslim Rohingya berada dalam tahanan India dan badan pengungsi PBB juga akan disiagakan.

Sekitar 40.000 Rohingya tinggal di India tetapi dalam beberapa minggu terakhir New Delhi telah menangkap anggota kelomok minoritas yang dianiaya itu dan menyerahkan mereka ke Myanmar, yang memicu kritik tajam dari PBB dan kelompok-kelompok hak asasi manusia.

Bangladesh telah menampung sekitar satu juta pengungsi Rohingya di kamp-kamp raksasa di tenggara negara itu - tiga perempatnya melarikan diri dari penumpasan militer Myanmar yang brutal pada Agustus 2017 dengan membawa kesaksian tentang pembunuhan, pemerkosaan, dan pembakaran. Upaya untuk memulangkan mereka telah terhenti karena kekhawatiran akan pelanggaran hak asasi manusia yang berkelanjutan.

Para penyelidik PBB mengatakan para pejabat senior militer Myanmar yang ikut serta dalam penumpasan itu harus dituntut karena genosida, tetapi negara itu menegaskan pihaknya membela diri terhadap gerilyawan.

Rohingya telah berpuluh-puluh tahun menghadapi diskriminasi sistematis dan kekerasan di Myanmar, yang menolak untuk mengakui mereka sebagai warga negara dan secara keliru menyebut mereka sebagai imigran ilegal "Bengali".
(ian)
Berita Terkait
Bangladesh Pindahkan...
Bangladesh Pindahkan Ratusan Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil
7 Fakta Coxs Bazar Kamp...
7 Fakta Coxs Bazar Kamp Pengungsi Terbesar di Dunia, Hidup Tanpa Status Kewarganegaraan di Negara Orang
Peringati Eksodus ke...
Peringati Eksodus ke Bangladesh, Pengungsi Rohingya Lakukan Aksi Bungkam
Tentara Myanmar Akui...
Tentara Myanmar Akui Pembunuhan Massal dan Pemerkosaan pada Rohingya
1.600 Rohingya Dipindah...
1.600 Rohingya Dipindah ke Pulau Terpencil, Ada yang Mengaku Dipaksa
Pemimpin Tertinggi Rohingya...
Pemimpin Tertinggi Rohingya Ditembak Mati di Bangladesh usai Salat
Berita Terkini
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
47 menit yang lalu
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
1 jam yang lalu
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
1 jam yang lalu
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
7 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
11 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
12 jam yang lalu
Infografis
10 Miliarder India di...
10 Miliarder India di 2025, Paling Tajir Berharta Rp1.497 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved