Hidup Baru Gadis Murtad Saudi di Kanada: Tenggak Anggur dan Isap Rokok

Jum'at, 18 Januari 2019 - 14:54 WIB
Hidup Baru Gadis Murtad...
Hidup Baru Gadis Murtad Saudi di Kanada: Tenggak Anggur dan Isap Rokok
A A A
OTTAWA - Rahaf Mohammed Alqunun, gadis Arab Saudi yang melarikan diri dari keluarganya setelah keluar dari agama Islam atau murtad kini menikmati hidup barunya di Kanada setelah mendapat suaka. Di negara itu dia pamer foto-foto kehidupan barunya, di mana dia menenggak segelas anggur dan mengisap rokok yang digulung.

Aksi gadis 18 tahun itu telah jadi pemberitaan media internasional ketika dia membarikade dirinya di sebuah hotel bandara di Bangkok saat dalam pelariannya. Dia awalnya ingin mencari suaka di Australia setelah mengaku mengalami kekerasan emosional dan fisik di rumahnya, namun suaka diberikan oleh Kanada.

Belum jelas apakah rokok gulung yang dia nikmati merupakan ganja atau bukan. Namun, di Kanada meroko ganja memang legal.

Sebuah posting media sosial lainnya, remaja itu juga pamer aksinya berpesta pora dengan bacon dan telur serta menikmati secangkir kopi Starbucks.

Alqunun mengaku takut dibunuh oleh keluarganya jika dipulang ke Arab Saudi. Temannya yang berada di Australia mengungkap bahwa kerabat Alqunun telah membuat ancaman pembunuhan terhadap remaja itu karena sudah murtad.

Nasib Alqunun yang viral di media sosial telah menarik perhatian Badan PBB untuk Pengungsi atau UNHCR, yang memutuskan bahwa klaim remaja itu sebagai pencari suaka sah. Pemerintah Kanada memberikan suaka padanya minggu lalu dan telah menganggalkan nama belakangnya, Alqunun.

Setelah tiba di Kanada, remaja itu ingin menjalani kehidupan pribadi yang normal. Dia berjanji untuk bekerja mendukung kebebasan perempuan di seluruh dunia.

Pemerintah Arab Saudi belum mengeluarkan pernyataan tentang pelarian remaja tersebut hingga akhirnya diberi suaka oleh Kanada. Namun, Masyarakat Nasional untuk Hak Asasi Manusia (NHSR), sebagai badan independen Saudi—yang oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat disebut didanai pemerintah Saudi—mengatakan bahwa pelarian Alqunun dipicu oleh hasutan beberapa negara.

"Hasutan beberapa negara terhadap beberapa perempuan nakal Saudi untuk memberontak terhadap nilai-nilai keluarga mereka dan mendorong mereka keluar dari negara dan (negara asing) berusaha menerimanya dengan dalih memberi mereka suaka," kata NSHR, yang dikutip Sputnik, Jumat (18/1/2019).
(mas)
Berita Terkait
Pengkritik Saudi di...
Pengkritik Saudi di Kanada Jadi Target Pembunuhan atau Penculikan
Negara Teluk Minta PBB...
Negara Teluk Minta PBB Perpanjang Embargo Senjata, Iran Kesal
Negara Teluk Minta PBB...
Negara Teluk Minta PBB Perpanjang Embargo Senjata Iran
Saudi: Laporan PBB Bukti...
Saudi: Laporan PBB Bukti Iran Dukung Kelompok Teroris di Kawasan
Melawan Kodrat, Arab...
Melawan Kodrat, Arab Saudi Tolak Resolusi PBB soal Orientasi Seksual
Dubes Kanada Akui Pentingnya...
Dubes Kanada Akui Pentingnya Agama, Budaya dan Ekonomi Madinah bagi Arab Saudi
Berita Terkini
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
34 menit yang lalu
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
2 jam yang lalu
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
2 jam yang lalu
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
3 jam yang lalu
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
3 jam yang lalu
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
3 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved