Korban Tewas Serangan Al-Shabaab di Ibu Kota Kenya Jadi 21

Kamis, 17 Januari 2019 - 06:30 WIB
Korban Tewas Serangan...
Korban Tewas Serangan Al-Shabaab di Ibu Kota Kenya Jadi 21
A A A
NAIROBI - Jumlah korban tewas serangan teroris di sebuah hotel dan kompleks bisnis kelas atas di Ibu Kota Kenya, Nairobi, meningkat menjadi 21. Terbaru, enam mayat ditemukan dan satu petugas polisi yang terluka meninggal di rumah sakit.

Kepala Polisi Kenya, Inspektur Jenderal Joseph Boinnet, mengatakan pada konferensi pers bahwa seorang petugas polisi yang terlibat dalam operasi penyelamatan meninggal karena cedera di rumah sakit sementara enam mayat lainnya ditemukan dari tempat kejadian setelah petugas keamanan melakukan pekerjaan forensik.

Dia mengatakan 28 orang masih dirawat di berbagai rumah sakit di Nairobi dan membenarkan bahwa lima teroris "dihilangkan".

Boinnet mengatakan 21 korban yang tewas dalam serangan itu termasuk 16 warga Kenya, satu warga Inggris, satu warga Amerika, dan tiga orang keturunan Afrika yang tidak dikenal.

Dia mengatakan penyelidikan selanjutnya oleh Direktorat Investigasi Kriminal telah berujung pada penangkapan dua tersangka utama yang diyakini telah memfasilitasi serangan dan ditahan untuk membantu penyelidikan.

"Kami ingin menegaskan kembali permohonan kami kepada semua warga Kenya untuk terus bekerja sama dengan polisi dan petugas keamanan dalam upaya bersama mereka untuk melawan terorisme serta segala bentuk kejahatan," kata Boinnet seperti dikutip dari Xinhua, Kamis (17/1/2019).

Pernyataannya itu disampaikan setelah Presiden Kenya Uhuru Kenyatta mengungkapkan dalam pidatonya kepada negara itu pada Rabu pagi bahwa 14 warga sipil telah tewas dan ratusan orang diselamatkan dalam serangan di komplek DusitD2 Hotel yang terletak di 14 Riverside Drive di distrik Westlands di Nairobi.

Palang Merah Kenya mengatakan di akun Twitter-nya pada Rabu malam bahwa 19 orang masih belum diketahui setelah serangan teror itu.

Organisasi mengatakan bahwa total 94 kasus orang hilang dilaporkan tetapi 75 telah ditutup secara positif pada jam 8:30 malam waktu setempat.

Kelompok teror Somalia, al-Shabaab, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, dengan mengatakan mereka membunuh 47 orang di dalam Hotel DusitD2, bagian dari rantai internasional milik Thailand yang tampaknya menjadi target utama para penyerang.

Para militan mengeluarkan pernyataan secara online pada Rabu malam, mengatakan serangan di Nairobi itu merupakan tanggapan terhadap "pernyataan ceroboh" dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan deklarasinya menyatakan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, dan penuntutan sistematis Muslim di Palestina. Kenya adalah salah satu sekutu terkuat Amerika Serikat di Afrika.
(ian)
Berita Terkait
Banjir Landa Kenya di...
Banjir Landa Kenya di Tengah Pandemi Corona, 194 Tewas
Gadis 12 Tahun di Kenya...
Gadis 12 Tahun di Kenya Menikah dengan 2 Pria dalam Sebulan
Somalia Putuskan Hubungan...
Somalia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Kenya
Pasukan Somalia-Kenya...
Pasukan Somalia-Kenya Baku Tembak di Perbatasan
Resahkan Warga dan Tidak...
Resahkan Warga dan Tidak Punya Dokumen Keimigrasian, 4 WNA asal Kenya Dideportasi
Perkuat Hubungan RI-Afrika,...
Perkuat Hubungan RI-Afrika, Ekspedisi Kurban BMH Sambangi Kenya
Berita Terkini
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
31 menit yang lalu
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
1 jam yang lalu
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
2 jam yang lalu
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
2 jam yang lalu
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
3 jam yang lalu
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
3 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved