Republik Afrika Tengah Terbuka untuk Pangkalan Militer Rusia

Jum'at, 11 Januari 2019 - 14:13 WIB
Republik Afrika Tengah...
Republik Afrika Tengah Terbuka untuk Pangkalan Militer Rusia
A A A
BANGUI - Republik Afrika Tengah (CAR) tidak mengesampingkan penyebaran pangkalan militer Rusia sepenuhnya di atas fasilitas pelatihan yang ada. Hal itu diungkapkan menteri pertahanan CAR kepada media Rusia.

Rusia dan CAR menandatangani perjanjian militer pada Agustus 2018, membuka jalan bagi Moskow untuk meningkatkan pelatihan angkatan bersenjata CAR. Rusia mengirim senjata ringan ke pasukan keamanan CAR awal tahun itu dan mengatakan pihaknya telah mengerahkan 175 instruktur militer dan sipil untuk melatih mereka.

Menteri pertahanan CAR Marie-Noƫlle Koyara mengatakan kepada kantor berita yang dikelola pemerintah Rusuia, RIA Novosti, dalam sebuah wawancara bahwa pangkalan militer Rusia yang baru di negaranya tidak dapat dikesampingkan.

"Kami belum berbicara tentang mengembangkan pangkalan secara khusus, tetapi kemungkinan ini tidak dikecualikan dalam perjanjian kerangka kerja (Agustus)," katanya seperti dikutip dari Moscow Times, Jumat (11/1/2019).

Koyara berpendapat bahwa pusat pelatihan Rusia saat ini tidak dapat dianggap sebagai pangkalan militer penuh meskipun apa yang dia katakan bawah persepsi publik bertentangan.

"Jika presiden, sebagai komandan tertinggi dan pemimpin bangsa, memutuskan untuk mengerahkan pangkalan, maka negara kita akan melaksanakannya," tambah kepala pertahanan CAR itu.

Hubungan militer Rusia yang semakin besar dengan CAR dan minatnya yang tinggi di Afrika menjadi sorotan pada Juli lalu ketika tiga wartawan Rusia terbunuh ketika sedang menyelidiki dugaan keberadaan tentara bayaran Rusia di sana.

Rusia memperoleh lampu hijau dari Dewan Keamanan PBB untuk mengirim senjata ke CAR pada bulan Desember 2017, ketika koalisi pemberontak Muslim menggulingkan presidennya dan mendorong pembalasan dari milisi Kristen.

Rusia mengirim banyak senjata dan puluhan kontraktor tahun lalu untuk melatih tentara CAR dan mengamankan proyek pertambangan, menandai dimulainya perampokan militer tingkat tinggi di Sub-Sahara Afrika selama beberapa dekade.
(ian)
Berita Terkait
Pemerintah Republik...
Pemerintah Republik Afrika Tengah Mengundurkan Diri
Prancis Kecam Perampasan...
Prancis Kecam 'Perampasan Kekuasaan' Oleh Rusia di Republik Afrika Tengah
Terima Bom Parsel, Diplomat...
Terima Bom Parsel, Diplomat Rusia Terluka
Ratusan Tentara Bayaran...
Ratusan Tentara Bayaran Wagner Dikerahkan ke Republik Afrika Tengah, Ada Apa?
Paket Bom Meledak, Diplomat...
Paket Bom Meledak, Diplomat Rusia Terluka dalam Upaya Pembunuhan
Bom Rakitan Meledak,...
Bom Rakitan Meledak, 3 Personel Pasukan PBB di Republik Afrika Tengah Tewas
Berita Terkini
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
7 menit yang lalu
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
1 jam yang lalu
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
1 jam yang lalu
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
2 jam yang lalu
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
2 jam yang lalu
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
3 jam yang lalu
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved