Bunuh 2 Orang di Belanda, Iran 'Dikeroyok' 6 Negara Eropa

Rabu, 09 Januari 2019 - 11:36 WIB
Bunuh 2 Orang di Belanda,...
Bunuh 2 Orang di Belanda, Iran 'Dikeroyok' 6 Negara Eropa
A A A
AMSTERDAM - Enam negara Eropa kompak "mengeroyok" Iran dengan menjatuhkan sanksi terhadap para pejabat negeri para Mullah tersebut. Sanksi itu sebagai respons setelah intelijen rezim Teheran dituduh membunuh dua tokoh oposisi yang berada di Belanda.

Enam negara Eropa yang menjatuhkan sanksi adalah Belanda, Denmark, Prancis, Inggris, Jerman dan Belgia. Target sanksi antara lain unit intelijen dan dua pejabat Iran yang terkait dengan pembunuhan dua pembangkang anti-rezim Teheran.

Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok telah mengonfirmasi bahwa pemerintah Iran bertanggung jawab atas pembunuhan dua tokoh oposisi Teheran yang tinggal di Belanda. Blok juga mengatakan bahwa rezim Iran berusaha melakukan pembunuhan di Denmark dan serangan bom di Prancis.

Badan intelijen Belanda, General Intelligence and Security Service (AIVD), menyatakan pelaku pembunuhan dua orang adalah agen yang bekerja atas nama rezim Teheran.

"Keterlibatan Iran dalam pembunuhan itu menggarisbawahi pentingnya penyelidikan kami terhadap niat rezim Iran," kata kepala AIVD, Dick Schoof dalam sebuah pernyataan.

Kedua korban antara lain Mohammed Reza Kolahi Samadi yang terbunuh di Almere pada 2015, dan Ahmad Mola Nissi, yang terbunuh di Den Haag pada 2017. Versi Teheran, salah satunya adalah anggota Mujahedeen-e-Khalq (MEK), kelompok oposisi yang pernah dinyatakan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat.

Samadi, yang hidup dengan nama Ali Motamed di Belanda, dijatuhi hukuman mati di Iran karena keterlibatannya dalam serangan bom 1981 yang menewaskan 70 orang. Dia dituduh sebagai anggota MEK. Namun, Belanda tak tahu jika Samadi anggota MEK.

sedangkan Nissi dituduh sebagai pemimpin Arab Struggle Movement for the Liberation of Ahwaz (ASMLA), kelompok yang menyerukan kemerdekaan wilayah Khuzestan di Iran. Baru-baru ini, ASMLA dituduh terlibat dalam serangan dalam parade militer Ahvaz yang menewaskan 29 orang.

Kementerian Dalam Negeri Belanda menyatakan pembunuhan kedua pembangkang Iran di negara orang tidak bisa diterima dan merupakan pelanggaran kedaulatan. Kementerian itu menyatakan sanksi lebih lanjut terhadap Iran tidak dikesampingkan jika Teheran tidak bekerjasama dengan penyelidikan yang sedang berlangsung.

"Pelanggaran seperti ini tidak bisa ditoleransi," kata Menteri Dalam Negeri Kajsa Ollongren dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Al Jazeera, Rabu (9/1/2019).

"Mereka menunjukkan bahwa layanan kami harus tetap waspada setiap saat dan terus mengungkap kegiatan asing semacam ini," ujarnya.

"Intelijen AIVD telah berkontribusi pada fakta bahwa Belanda dan Uni Eropa telah mengambil langkah-langkah diplomatik yang parah," imbuh dia.

Pembunuhan Samadi dan Nissi juga menyebabkan Belanda mengusir dua diplomat Iran dari negara itu pada Juni 2018.

"Iran diberi tahu bahwa keterlibatan dalam masalah-masalah seperti itu sepenuhnya tidak dapat diterima dan harus segera dihentikan. Sanksi lebih lanjut tidak dapat dikesampingkan," kata kelompok negara-negara Eropa dalam sebuah pernyataan secara terpisah.

Pemerintah Iran telah membantah keterlibatan dalam pembunuhan dua tokoh oposisi anti-rezim. Menurut Teheran tuduhan itu dimaksudkan untuk merusak hubungan Uni Eropa dan Iran.
(mas)
Berita Terkait
Negara-negara Eropa...
Negara-negara Eropa yang Tidak Mengakui Palestina
Iran Setujui Pengayaan...
Iran Setujui Pengayaan Uranium Dekati Level Senjata Nuklir, Eropa Kecewa
Eropa Desak Iran Lanjutkan...
Eropa Desak Iran Lanjutkan Kerjasama dengan IAEA
Negara-negara Anggota...
Negara-negara Anggota UE Setuju Tampung 40.000 Pengungsi Afghanistan
Trio Eropa Tolak Pengaktifkan...
Trio Eropa Tolak Pengaktifkan Klausul 'Snapback' Oleh AS
Daftar 5 Negara Eropa...
Daftar 5 Negara Eropa dengan Populasi Muslim Terbesar
Berita Terkini
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
25 menit yang lalu
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
1 jam yang lalu
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
1 jam yang lalu
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
3 jam yang lalu
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
4 jam yang lalu
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
5 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved