Ibaratkan Manusia Bernapas, Iran Takkan Berhenti Uji Rudal

Sabtu, 22 Desember 2018 - 09:56 WIB
Ibaratkan Manusia Bernapas,...
Ibaratkan Manusia Bernapas, Iran Takkan Berhenti Uji Rudal
A A A
TEHERAN - Garda Revolusi Iran mengibaratkan uji coba peluru kendali (rudal) seperti manusia bernapas. Dengan demikian, uji coba senjata itu tidak akan dihentikan.

Hal itu disampaikan pejabat senior Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Ali Fadavi. Dia mengatakan, setiap upaya oleh negara asing untuk menghentikan uji coba rudal oleh IRGC akan sia-sia selama Iran ada.

Jenderal itu lantas mengibaratkan uji coba misil seperti pernapasan tubuh manusia yang hidup. "Apakah mungkin (bagi seseorang) untuk berhenti bernapas?," kata Fadavi kepada kantor berita IRNA.

Dia mencatat bahwa persiapan rudal adalah salah satu tugas permanen Garda Revolusi.

Sang jenderal melanjutkan, tekanan Amerika Serikat (AS) dalam bentuk sanksi telah memaksa Iran untuk menjadi lebih mandiri. "Semakin keras sanksi yang didapat, semakin banyak kemampuan defensif yang akan dicapai Iran," ujarnya, yang dilansir Sputnik, Sabtu (22/12/2018).

Sekitar sepuluh hari yang lalu, IRGC melakukan tes rudal balistik di Iran, meskipun jenis rudal balistik belum diketahui, Menurut komandan Dirgantara IRGC Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh, militer Iran biasanya melakukan sekitar 50 tes rudal setiap tahun.

Sanksi AS terhadap Iran yang sempat dicabut telah dipulihkan setelah Presiden Donald Trump menarik Washington keluar dari kesepakatan nuklir internasional 2015 antara Iran dan enam kekuatan dunia (AS, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China).

Pada Juli 2017, AS talh menjatuhkan sanksi terhadap 18 orang dan entitas Iran atas tuduhan terlibat erat dalam program rudal balistik negara para Mullah itu.

Utusan Khusus AS untuk Iran, Brian Hook yang menjadi Kepala "Kelompok Aksi Iran"—sebuah kelompok yang baru-baru ini dibentuk Departemen Luar Negeri AS—telah memberikan pandangan sekilas tentang senjata terbaru Iran pada akhir November.

"Kami tunjukkan rudal surface-to-air (darat-ke-udara) Sayyad 2C Iran, yang Anda lihat di belakang saya. Rudal ini dirancang dan diproduksi di Iran, dan tulisan Farsi (Persia) padanya diterjemahkan sebagai rudal pemburu. Tanda-tanda Farsi yang mencolok adalah cara Iran untuk mengatakan mereka tidak keberatan ketahuan melanggar resolusi PBB," kata Hook kepada wartawan di Pangkalan Anacostia-Bolling.

Teheran menyatakan bahwa semua aktivitas rudal balistiknya konsisten dengan ketetapan yang relevan dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231.

Utusan AS itu sebelumnya adalah seorang pembantu Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih John Bolton. Menurut Hook, Iran memiliki kekuatan rudal balistik terbesar di kawasan itu, dengan lebih dari 10 sistem rudal balistik berada dalam inventarisnya atau dalam pengembangan.

Beberapa sistem senjata itu dilengkapi dengan rudal balistik jarak menengah yang menempatkan Eropa dalam jangkauan.
(mas)
Berita Terkait
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Sekjen PBB: Kesepakatan...
Sekjen PBB: Kesepakatan Nuklir Iran Penting untuk Keamanan Teluk
AS Ingin Hidupkan Sanksi...
AS Ingin Hidupkan Sanksi Iran Berdasar Perjanjian Nuklir, Rusia: Itu Konyol!
Pengawas Nuklir PBB...
Pengawas Nuklir PBB Desak Iran Lanjutkan Pembicaraan Nuklir yang Terhenti
Dubes AS: Tidak Ada...
Dubes AS: Tidak Ada Rencana Pertemuan dengan Iran di Sidang Umum PBB
Rouhani: Teman-teman...
Rouhani: Teman-teman Iran Harus Abaikan Sanksi AS Selama Pandemi
Berita Terkini
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
14 menit yang lalu
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
41 menit yang lalu
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
1 jam yang lalu
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
3 jam yang lalu
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
3 jam yang lalu
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
4 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved