AS Mulai Produksi Tail-Kit Bom Nuklir Gravitasi B61-12

Jum'at, 14 Desember 2018 - 06:51 WIB
AS Mulai Produksi Tail-Kit...
AS Mulai Produksi Tail-Kit Bom Nuklir Gravitasi B61-12
A A A
WASHINGTON - Pusat Senjata Nuklir Angkatan Udara (AFNWC) Amerika Serikat (AS) telah diberi izin sejak Oktober untuk memulai produksi perakitan tail-kit untuk bom nuklir gravitasi B61-12. Bom super canggih ini akan menjadi harapan militer Washington untuk menggantikan bom nuklir yang sudah uzur untuk berbagai misi.

"Ini menandai penyelesaian upaya pengembangan yang sangat sukses untuk tail-kit," kata Kolonel Dustin Ziegler, direktur di AFNWC yang bertanggung jawab untuk kemampuan pengiriman udara, dalam rilis Angkatan Udara.

AFNWC mendapat persetujuan untuk menyimpulkan fase rekayasa dan manufaktur pengembangan dari perakitan tail-kit setelah melewati tinjauan Angkatan Udara.

Keputusan untuk memasuki fase berikutnya, yang dikenal sebagai "Milestone C", menandai berakhirnya tes penerbangan pengembangan. Kantor program terkait menyatakan, pihaknya telah menyelesaikan program uji coba 27 bulan dalam 11 bulan dengan keberhasilan 100 persen pada semuanya dari 31 penjatuhan bom yang dilakukan.

"Tes penerbangan menunjukkan sistem bekerja sangat baik dalam lingkungan yang dituju," kata Kolonel Paul Rounsavall, pemimpin senior material AFNWC untuk B61-12 TKA (Tail-Kit Assembly) di Pangkalan Udara Eglin di Florida.

"Upaya pengembangan ini membawa interface digital pertama kalinya ke keluarga sejata B61 dan menunjukkan kompatibilitas B61-12 TKA dengan pesawat Angkatan Udara B-2 dan F-15," lanjut dia, seperti dikutip dari Business Insider, semalam (13/12/2018).

"Selain itu, TKA mencapai lebih dari lima kali kinerja yang diperlukan selama pengujian perkembangan dan siap untuk memulai uji operasional awal dan evaluasi," imbuh Rounsavall.

Ziegler menambahkan jadwal yang dipercepat dan upaya lain untuk mengurangi risiko telah menyebabkan penghematan lebih dari USD280 juta dalam biaya pengembangan senjata.

B61-12 akan mencakup sejumlah fungsi, di antaranya earth-penetrating attack, serangan imbas rendah dan hasil tinggi, ledakan di atas permukaan, dan opsi bunker-buster dengan satu senjata.

“Keuntungan utama dari B61-12 adalah bahwa paket semua kemampuan bom gravitasi terhadap semua skenario penargetan menjadi satu bom. Itu mulai dari penggunaan 'bersih' taktis dengan kejatuhan rendah hingga serangan yang lebih kotor terhadap target bawah tanah," kata Hans Kristensen, direktur Proyek Informasi Nuklir di Federasi Ilmuwan Amerika, kepada Warrior Maven.
(mas)
Berita Terkait
Begini Perbandingan...
Begini Perbandingan Senjata Nuklir Rusia dan Amerika Serikat
China: Pemerasan Nuklir...
China: Pemerasan Nuklir oleh Amerika Serikat akan Gagal
China: Amerika Serikat...
China: Amerika Serikat Ancaman Nuklir Utama di Dunia!
Adu Kekuatan Senjata...
Adu Kekuatan Senjata Nuklir Rusia vs Amerika Serikat, Siapa Unggul?
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Anggap...
Amerika Serikat Anggap Serius Ancaman Senjata Nuklir Putin
Berita Terkini
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
1 jam yang lalu
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
3 jam yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
4 jam yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
6 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
7 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
8 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved