CIA Dilaporkan Panik saat Trump Bela Putin di Helsinki

Jum'at, 14 Desember 2018 - 02:59 WIB
CIA Dilaporkan Panik...
CIA Dilaporkan Panik saat Trump Bela Putin di Helsinki
A A A
WASHINGTON - CIA (Central Intelligence Agency) Amerika Serikat (AS) dilaporkan dilanda kepanikan pada Juli lalu ketika Presiden Donald Trump bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Helsinki.

Dalam pertemuan itu, Trump menolak menyalahkan Putin atas dugaan Rusia ikut campur dalam pemilu AS tahun 2016. Pejabat intelijen Amerika yang berbicara dengan Washington Post mengatakan CIA masuk ke "panic mode" ketika pemimpin Amerika justru membela pemimpin Kremlin.

"Ada embusan nafas di antara mereka yang menonton di CIA," kata pejabat itu yang berbicara dalam kondisi anonim. "Anda benar-benar memiliki orang-orang dalam 'panic mode' saat menontonnya di Langley. Di semua lantai. Hanya shock saja," ujarnya, yang dilansir Kamis (13/12/2018) malam.

CIA dan Gedung Putih belum mengomentari laporan tersebut.

Dalam pertemuannya dengan Putin di Helsinki, Trump mengatakan bahwa dia memiliki kepercayaan diri yang besar pada komunitas intelijen AS. Trump melanjutkan bahwa dia tidak melihat alasan mengapa Rusia akan ikut campur dalam proses pemilu Amerika Serikat.

“Dia (Putin) baru saja mengatakan itu bukan Rusia. Saya tidak melihat alasan apa pun untuk itu, tetapi saya benar-benar ingin melihat server. Saya memiliki kepercayaan besar pada orang-orang intelijen saya, tetapi saya akan memberitahu Anda bahwa Presiden Putin sangat kuat dan kuat dalam penyangkalannya hari ini," katanya.

Tetapi pada hari berikutnya, Trump membuat menarik ucapannya. Dia mengaku menolak Putin atas campur tangan Rusia dalam pemilu AS.

Pemimpin Gedung Putih itu lantas mengklaim bahwa dia sudah menerima kesimpulan intelijen AS yang menyatakan Moskow diduga kuat berusaha untuk memengaruhi hasil pemilu AS tahun 2016.

Trump mengaku salah ucap saat membuat pernyataan bersama Putin di Helsinki. “Kalimat itu seharusnya: 'Saya tidak melihat alasan mengapa saya tidak akan--atau mengapa itu bukan Rusia'," ujar Trump.

Administrasi Trump telah secara konsisten membantah adanya kolusi dengan Kremlin selama kampanye pemilu.

Moskow juga mengecam tuduhan ikut campur dalam pemungutan suara pemilu AS tahun 2016. Menurut Moskow tuduhan itu tidak berdasar dan tidak ada bukti yang membenarkan tuduhan tersebut.

Selama pers bersama di Helsinki, Presiden Putin menegaskan bahwa Rusia tidak pernah mengganggu dan tidak akan ikut campur dalam urusan internal AS, termasuk dalam proses pemilu.
(mas)
Berita Terkait
Dibela Vladimir Putin,...
Dibela Vladimir Putin, Begini Reaksi Donald Trump
Jadi Sorotan Dunia,...
Jadi Sorotan Dunia, Apakah Donald Trump dan Vladimir Putin Sahabat Dekat?
Donald Trump dan Vladimir...
Donald Trump dan Vladimir Putin Akan Bertemu di Arab Saudi
Donald Trump: AS Harusnya...
Donald Trump: AS Harusnya Tak Terlalu Mengkhawatirkan Putin
Trump-Putin Lakukan...
Trump-Putin Lakukan Pembicaraan Via Telepon, Ini yang Dibahas
Donald Trump Tolak Sebut...
Donald Trump Tolak Sebut Vladimir Putin Diktator
Berita Terkini
Indonesia Cs Serukan...
Indonesia Cs Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Bodoh dan Tolol!
21 menit yang lalu
Awalnya Merevisi, AS...
Awalnya Merevisi, AS Umumkan 18 Tentara Tewas dan 624 Lainnya Luka dalam Perang Melawan Iran
50 menit yang lalu
Ini Rudal Kheibar Shekan...
Ini Rudal Kheibar Shekan Iran yang Obrak-abrik Pangkalan AS: Misil Murah tapi Lebih Akurat
1 jam yang lalu
Anak 6 Tahun Meninggal...
Anak 6 Tahun Meninggal dalam Uji Coba Rekayasa Gen di China: Bayar Rp14 Miliar, Diinfus Triliunan Virus
2 jam yang lalu
Jenderal Iran: Negara-negara...
Jenderal Iran: Negara-negara di Seluruh Dunia yang Bantu AS Akan Jadi Target Sah
3 jam yang lalu
Negara NATO Tembak Jatuh...
Negara NATO Tembak Jatuh Drone dengan Jet Tempur F-16, Protes Keras Rusia
3 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Tercepat di...
10 Pemain Tercepat di Piala Dunia 2026: Mbappe Kalahkan Haaland
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved