Menentang Trump, Senat AS Ajukan Resolusi Akhiri Dukungan untuk Saudi

Kamis, 13 Desember 2018 - 14:26 WIB
Menentang Trump, Senat...
Menentang Trump, Senat AS Ajukan Resolusi Akhiri Dukungan untuk Saudi
A A A
WASHINGTON - Senat Amerika Serikat (AS) memilih untuk terus memajukan resolusi guna mengakhiri dukungan militer terhadap koalisi pimpinan Arab Saudi dalam perang di Yaman. Anggota parlemen AS juga bersumpah untuk mendorong sanksi terhadap negara kerajaan di Teluk Arab itu di tahun baru.

Sebelas rekan sejawat Trump bergabung dengan Partai Demokrat untuk memberikan 60 suara yang diperlukan guna memajukan resolusi Kekuatan Perang di Senat yang dipimpin Republik. Pemungutan suara membuka jalan bagi perdebatan dan pemungutan suara tentang keterlibatan AS dalam konflik yang telah menyebabkan kematian puluhan ribu warga sipil. Mayoritas korban adalah anak-anak muda dan meninggalkan jutaan orang lebih berisiko kelaparan dan kematian karena penyakit.

"Pembelotan" yang dilakukan oleh 11 Senator Republik hampir belum pernah terjadi sebelumnya. Namun itu dianggap sebagai simbolis semata karena Dewan Perwakilan Rakyat AS diperkirakan tidak akan mengangkat masalah ini tahun ini. Trump pun telah mengancaman akan menggunakan hak veto.

Namun para pendukung resolusi mengatakan resolusi mengirim pesan penting bahwa anggota parlemen tidak senang dengan bencana kemanusiaan di Yaman. Mereka juga marah dengan kurangnya respon AS terhadap pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Turki.

Anggota parlemen dari Republik dan Demokrat juga bersumpah untuk terus mendorong setelah Kongres baru pada bulan Januari untuk tindakan lebih keras terhadap Arab Saudi, termasuk undang-undang untuk menjatuhkan sanksi hak asasi manusia dan oposisi terhadap penjualan senjata.

“Jika Anda ingin membeli senjata kami, ada hal-hal tertentu yang harus Anda terima. Cara Anda menggunakannya sangat penting,” kata Senator Republik Lindsey Graham dalam konferensi pers.

"Individu, putra mahkota, sangat beracun, begitu tercemar, sangat cacat, sehingga saya tidak pernah bisa melihat diri saya melakukan bisnis dengan Arab Saudi kecuali ada perubahan di sana," kata Graham, yang pada umumnya sekutu dekat Trump di Senat seperti dikutip dari Reuters, Kamis (13/12/2018).

Partai Republik tetap menguasai kursi mayoritas di Senat yang baru, tetapi Demokrat akan mengambil alih DPR, meningkatkan kemungkinan sanksi legislasi akan mudah diloloskan.

Pemerintahan Trump telah mendesak Kongres untuk tidak menentang pengisian bahan bakar AS, menargetkan bantuan dan dukungan lain untuk koalisi yang dipimpin Saudi saat memerangi Houthi, yang dilihat oleh negara-negara tetangga Yaman sebagai perpanjangan tangan Iran.
(ian)
Berita Terkait
Yaman, Negeri Subur...
Yaman, Negeri Subur di Semenanjung Arabia
Presiden Yaman Hadi...
Presiden Yaman Hadi Diterbangkan ke AS untuk Perawatan Medis
Houthi Klaim Tembak...
Houthi Klaim Tembak Jatuh Drone AS Dekat Perbatasan Saudi
Tak Peduli Keputusan...
Tak Peduli Keputusan AS, Saudi: Kami Tetap Anggap Houthi sebagai Teroris
AS Tegaskan akan Bantu...
AS Tegaskan akan Bantu Saudi Lindungi Diri dari Serangan Luar
AS Segera Cabut Penetapan...
AS Segera Cabut Penetapan Houthi Yaman sebagai Kelompok Teroris
Berita Terkini
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
59 menit yang lalu
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
4 jam yang lalu
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
4 jam yang lalu
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
4 jam yang lalu
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
5 jam yang lalu
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
5 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved