AS Keluar dari Perjanjian Nuklir, Putin Ancam Buat Rudal Terlarang

Kamis, 06 Desember 2018 - 04:54 WIB
AS Keluar dari Perjanjian...
AS Keluar dari Perjanjian Nuklir, Putin Ancam Buat Rudal Terlarang
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan, Rusia akan mengembangkan rudal baru yang dilarang oleh pakta senjata nuklir jika Amerika Serikat (AS) menarik diri dari perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) dan membangun senjatanya sendiri.

Pernyataan Putin ini seiring ultimatum yang ditetapkan oleh AS untuk menyatakan kemampuan rudalnya dalam 60 hari.

Baca: AS Ultimatum Rusia 60 Hari Tunduk pada Perjanjian Senjata Nuklir

Menurut Presiden Rusia itu AS sengaja melontarkan tuduhan Moskow telah melanggar perjanjian yang di teken pada 1987 silam agar bisa keluar dari perjanjian tersebut.

"Orang Barat menyalahkan Rusia sebagai sasaran yang mudah dan akrab. Ini tidak benar, kami menentang penghancuran perjanjian. Tapi jika itu terjadi, kami akan bereaksi sesuai," ujarnya seperti dikutip dari Euronews, Kamis (6/12/2018).

Perjanjian INF ditandatangani oleh mantan Presiden AS Ronald Reagan dan rekannya dari Uni Soviet, Mikhail Gorbachev pada 1987. Perjanjian ini mengakhiri kebuntuan Perang Dingin dengan melarang rudal nuklir dan non-nuklir dengan jangkauan antara 500-5.500 kilometer.

Pada hari Selasa, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo tidak berbicara tentang rencana nuklir AS, tetapi mengatakan: "Tidak ada alasan Amerika Serikat harus terus menyerahkan keuntungan militer krusial ini kepada kekuatan revisionis seperti China."

Pemerintahan Trump sebelumnya mengatakan perjanjian itu menempatkan AS pada posisi yang kurang menguntungkan dengan negara-negara seperti China, yang dibebaskan dari perjanjian itu.

NATO juga menuduh Rusia melanggar perjanjian itu. "Aliansi telah menyimpulkan bahwa Rusia telah mengembangkan dan menerjunkan sistem rudal, 9M729, yang melanggar Perjanjian INF dan menimbulkan risiko signifikan terhadap keamanan Euro-Atlantik," kata lembaga itu dalam sebuah pernyataan.

Rusia sendiri bersikukuh membantah telah melanggar perjanjian itu.
(ian)
Berita Terkait
Ancaman Nuklir Vladimir...
Ancaman Nuklir Vladimir Putin Membuat Amerika Serikat Gelisah
7 Orang Terdekat Vladimir...
7 Orang Terdekat Vladimir Putin yang Diblokir Amerika Serikat
Vladimir Putin Disambut...
Vladimir Putin Disambut Karpet Merah di Vietnam, Amerika Serikat Marah
Putin Bongkar Masalah...
Putin Bongkar Masalah Utama Rusia dengan Amerika Serikat
Rusia Beritahu Amerika...
Rusia Beritahu Amerika Serikat: Kami Latihan Kekuatan Nuklir!
Terungkap, Putin Berupaya...
Terungkap, Putin Berupaya Habisi Pembelot Rusia di Amerika Serikat
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
2 jam yang lalu
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
3 jam yang lalu
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
4 jam yang lalu
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
5 jam yang lalu
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
6 jam yang lalu
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
7 jam yang lalu
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved