MSF: Para Pria Bersenjata Memerkosa 125 Wanita di Sudan Selatan

Sabtu, 01 Desember 2018 - 02:37 WIB
MSF: Para Pria Bersenjata...
MSF: Para Pria Bersenjata Memerkosa 125 Wanita di Sudan Selatan
A A A
JUBA - Para pria bersenjata misterius telah memerkosa 125 wanita selama 10 hari aksi kekerasan di kota Bentiu di Sudan selatan. Data itu diungkap lembaga bantuan Medecins Sans Frontieres (MSF), kemarin.

Sudan Selatan telah menderita perang sipil yang memilukan selama lima tahun terakhir. Meskipun perjanjian damai yang ditandatangani dua bulan lalu oleh pemerintah dan kelompok pemberontak, kekerasan masih terjadi di negara itu.

Penduduk sipil dari kelompok yang bersaing menanggung beban kekerasan dan siklus balas dendam.

Menurut MSF dalam sebuah pernyataan, selain pemerkosaan, korban kekerasan di Bentiu juga dilaporkan dicambuk dan dipukuli dengan tongkat dan popor senapan.

Para pelaku kekerasan juga merampok uang, pakaian, sepatu, dan kartu ransum makanan.

"Beberapa (dari mereka yang diperkosa) adalah anak perempuan di bawah 10 tahun dan yang lain adalah wanita yang lebih tua dari 65 tahun. Bahkan wanita hamil tak terhindarkan dari serangan brutal ini," kata Ruth Okello, seorang bidan dari MSF.

Sementara itu, Lam Tungwar; menteri untuk urusan informasi di Negara Bagian Northern Liech di mana serangan dilaporkan membantah kebenaran laporan MSF.

"Perkosaan sebesar itu tidak benar," kata Tungwar kepada Reuters, Sabtu (1/12/2018). "Kami adalah negara (yang) menghormati hak asasi manusia dan hak-hak perempuan di daftar kami," ujarnya.

Tungwar mengatakan pengadilan lokal akan menangani kasus-kasus kekerasan di Bentiu dan negara lain."(Tapi), saya tidak setuju dengan laporan saat ini karena tidak (secara akurat) menggambarkan kami dan masyarakat di Negara Bagian Northern Liech," katanya.

Presiden Sudan Selatan, Salva Kiir, menandatangani perjanjian damai dengan faksi-faksi pemberontak pada September untuk mengakhiri perang sipil yang meletus pada 2013 dan telah menewaskan sekitar 400.000 orang. Perang sipil itu telah memaksa sepertiga penduduk di negara itu meninggalkan rumah mereka.
(mas)
Berita Terkait
Pemerintah dan Kelompok...
Pemerintah dan Kelompok Bersenjata Sudan Capai Kesepakatan Damai
Banjir di Sudan Semakin...
Banjir di Sudan Semakin Parah, Sebanyak 4.000 Rumah Hancur
Pemberontak RSF Dituding...
Pemberontak RSF Dituding Tutupi Skandal Genosida dengan Bakar dan Kubur Jenazah
Siapa Pemimpin Konflik...
Siapa Pemimpin Konflik Sudan?
Pemimpin Faksi yang...
Pemimpin Faksi yang Bertikai di Sudan Setujui Gencatan Senjata 7 Hari
Tentara Sudan Kuasai...
Tentara Sudan Kuasai Istana Kepresidenan, Pemberontak Masih Tebar Ancaman
Berita Terkini
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
18 menit yang lalu
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
50 menit yang lalu
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
6 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
10 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
11 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
12 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved