Pejabat Militer Inggris Sebut Rusia Lebih Berbahaya dari ISIS

Minggu, 25 November 2018 - 07:05 WIB
Pejabat Militer Inggris...
Pejabat Militer Inggris Sebut Rusia Lebih Berbahaya dari ISIS
A A A
LONDON - Rusia tidak terbantahkan menimbulkan ancaman yang jauh lebih besar terhadap keamanan nasional daripada kelompok-kelompok teroris seperti al-Qaeda dan ISIS. Pernyataan itu dilontarkan oleh pemimpin baru tentara Inggris.

Jendral Mark Carleton-Smith mengatakan Inggris tidak bisa berpuas diri atas ancaman yang diajukan Rusia atau membiarkannya tidak terbantahkan.

Mantan komandan pasukan elit Inggris, SAS, itu mengatakan Rusia telah membuat kesiapannya menggunakan kekuatan untuk memperluas kepentingannya, sementara itu juga telah "sistematis" dalam upayanya untuk mengeksploitasi ruang siber dan arena militer bawah laut.

"Orang-orang Rusia berusaha untuk mengeksploitasi kerentanan dan kelemahan di mana pun mereka mendeteksinya," katanya kepada Daily Telegraph.

"Rusia hari ini tak dapat disangkal mewakili ancaman yang jauh lebih besar terhadap keamanan nasional kita daripada ancaman ekstremis Islam seperti al-Qaeda dan ISIL," katanya, menggunakan nama lain untuk ISIS seperti dikutip dari The Guardian, Minggu (25/11/2018).

Carleton-Smith, yang lulus dari Sandhurst pada tahun-tahun terakhir Perang Dingin, mengambil alih kepala staf umum pada bulan Juni.

Dia memimpin perburuan Osama bin Laden setelah serangan teror 11/9 dan kemudian mempelopori peran Inggris dalam kampanye untuk mengalahkan ISIS.

Sekarang, dengan ancaman dari kelompok-kelompok Islam di Timur Tengah berkurang akibat aksi militer internasional, fokus harus beralih ke Rusia, katanya.

"Kami tidak bisa berpuas diri terhadap ancaman yang diajukan Rusia atau membiarkannya tidak terbantahkan," Carleton-Smith memperingatkan.

Rusia telah menjadi subyek kecaman internasional atas pencaplokannya terhadap Crimea dan terus terlibat dalam konflik di Ukraina yang juga disalahkan atas jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17.

Kremlin juga telah dituduh melakukan agresi di ruang siber, termasuk ikut campur dalam pemilihan Amerika Serikat (AS) pada 2016 lalu dan serangan terhadap sejumlah kepentingan Barat.

Unit intelijen militernya, GRU, dicurigai memiliki jangkauan global dan dituduh bertanggung jawab atas serangan racun saraf di Salisbury.

Pada Oktober, Menteri Pertahanan Inggris Gavin Williamson menuduh Rusia bertindak seperti "negara pariah".

Melawan upaya-upaya yang dicurigai Rusia untuk mengacaukan tatanan dunia yang sudah mapan telah menyebabkan perdebatan tentang peran NATO - termasuk ancaman presiden Donald Trump atas kontribusi AS - dan saran dari sarana kerja sama internasional lainnya.

Sebelumnya pada bulan November, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan pembentukan "tentara Eropa" untuk menggantikan hilangnya dukungan dari Washington.

Carleton-Smith mengatakan dia tidak akan mendukung inisiatif apa pun yang "mengencerkan" efektivitas militer NATO. Dia mengatakan aliansi mewakili "pusat gravitasi keamanan Eropa" dan bersikeras itu "luar biasa sukses".

"Dalam pengalaman saya, kita harus memperkuat kesuksesan," katanya.
(ian)
Berita Terkait
Intelijen AS dan Inggris...
Intelijen AS dan Inggris Minta ISIS Serang Pangkalan Militer Rusia di Suriah
Tak Setuju Serangan...
Tak Setuju Serangan Teror ISIS, Suami Shamima Begum Diam Saat Ditanya Aksi Penggal Kepala
Kapal Induk Terbaru...
Kapal Induk Terbaru Inggris Perangi ISIS, Rusia Terpancing Adu Kuat
Inggris Akan Tetapkan...
Inggris Akan Tetapkan Wagner Rusia Organisasi Teroris, Selevel ISIS dan al-Qaeda
Rusia Dilaporkan Tangkap...
Rusia Dilaporkan Tangkap Sejumlah Donatur ISIS
Pengantin ISIS Shamima...
Pengantin ISIS Shamima Begum Memohon Pengampunan, Siap Bantu Inggris Perangi Terorisme
Berita Terkini
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
52 menit yang lalu
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
2 jam yang lalu
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
2 jam yang lalu
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
3 jam yang lalu
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
4 jam yang lalu
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
5 jam yang lalu
Infografis
Peralatan Militer dari...
Peralatan Militer dari Berbagai Pangkalan AS Dikirim ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved