Pembunuhan Khashoggi, Turki Tuding AS Tutup Mata Terhadap Saudi

Rabu, 21 November 2018 - 23:00 WIB
Pembunuhan Khashoggi,...
Pembunuhan Khashoggi, Turki Tuding AS Tutup Mata Terhadap Saudi
A A A
ISTANBUL - Turki menuduh Amerika Serikat (AS) menutup mata terhadap pembunuhan wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi di Istanbul. Turki menyebut pernyataan Presiden AS Donald Trump terhadap isu ini sebagai komik.

Trump bersumpah akan tetap menjadi mitra setia Arab Saudi, meskipun mengatakan bahwa Pangeran Mahkota Mohammad bin Salman mungkin sudah tahu tentang rencana pembunuhan terhadap Khashoggi.

Dari kemungkinan Pangeran Mohammed terlibat dalam pembunuhan itu, Trump berkata: "Mungkin dia melakukannya, mungkin tidak."

Komentarnya bertentangan dengan CIA, yang percaya kematian Khashoggi diperintahkan langsung oleh putra mahkota, penguasa de facto Arab Saudi.

Wakil Ketua Partai AK Presiden Tayyip Erdogan, Numan Kurtulmus, menepis penilaian Trump.

"Pernyataan kemarin adalah pernyataan komik," katanya kepada penyiar negara, TRT Haber.

"Tidak mungkin bagi badan intelijen seperti CIA, yang bahkan tahu warna bulu pada kucing yang berjalan di sekitar taman konsulat Saudi untuk tidak tahu siapa yang memberi perintah ini," ujarnya.

"Ini tidak kredibel baik untuk opini publik AS atau opini publik dunia," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Rabu (21/11/2018).

Sejak pembunuhan Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul bulan lalu, Turki telah berulang kali mengatakan perintah itu berasal dari "tingkat tertinggi" dari pemerintah Saudi, meskipun belum secara langsung menuduh Pangeran Mohammed.

Arab Saudi sendiri membantah bahwa putra mahkota memerintahkan pembunuhan itu. Setelah memberikan banyak penjelasan yang kontradiktif, Riyadh mengatakan pekan lalu bahwa Khashoggi telah terbunuh dan tubuhnya dimutilasi ketika "negosiasi" untuk membujuknya kembali ke Arab Saudi gagal.

Trump mengatakan Arab Saudi, produsen minyak utama, adalah mitra bisnis penting dan sekutu besar dalam perang melawan kekuatan Iran di Timur Tengah.

Setelah pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo di Washington, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan Ankara tidak sepenuhnya puas dengan tingkat kerja sama yang diterimanya dari Arab Saudi terkait kasus tersebut.

Cavusoglu mengatakan Ankara mungkin mencari penyelidikan resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa jika hubungannya dengan Riyadh menemui jalan buntu.
(ian)
Berita Terkait
Tunangan Khashoggi Peringatkan...
Tunangan Khashoggi Peringatkan Biden: Jangan Letakkan Minyak di Atas Prinsip
Anggota Dewan Kota Usulkan...
Anggota Dewan Kota Usulkan Nama Jalan Kedubes Saudi Diganti jadi Khashoggi
Jamal Khashoggi, Jurnalis...
Jamal Khashoggi, Jurnalis Arab Saudi yang Dibunuh Secara Misterius
Istri Khashoggi Desak...
Istri Khashoggi Desak Turki Serahkan Bukti Pembunuhan Suaminya
New York Times: Pembunuh...
New York Times: Pembunuh Khashoggi Terima Pelatihan Paramiliter di AS
Putra Mahkota Arab Saudi...
Putra Mahkota Arab Saudi Tiba di Turki, Kasus Khashoggi Ditutup?
Berita Terkini
AS Lanjutkan Bombardir...
AS Lanjutkan Bombardir Iran 6 Hari Beruntun, Serang Bandara dan Jembatan
23 menit yang lalu
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
8 jam yang lalu
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
9 jam yang lalu
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
11 jam yang lalu
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
12 jam yang lalu
Wapres AS Vance Tuding...
Wapres AS Vance Tuding Para Pejabat Israel Berusaha Perpanjang Perang Iran: Pergi ke Neraka
13 jam yang lalu
Infografis
AS Jual Rudal AMRAAM...
AS Jual Rudal AMRAAM ke Arab Saudi Senilai Rp57,6 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved