Kampanyekan Kebebasan Navigasi, China: AS Belum Ratifikasi UNCLOS

Sabtu, 17 November 2018 - 10:54 WIB
Kampanyekan Kebebasan...
Kampanyekan Kebebasan Navigasi, China: AS Belum Ratifikasi UNCLOS
A A A
BEIJING - Pemerintah China menyentil Amerika Serikat (AS) yang kerap mengkampanyekan kebebasan bernavigasi saat berlayar di Laut China Selatan. China menyebut AS belum meratifikasi Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS) yang memuat aturan kebebasan bernavigasi tersebut.

"Bolehkah saya merepotkan Anda untuk mengingatkan individu AS yang relevan bahwa Amerika Serikat belum meratifikasi Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS)," kata juru bicara Departemen Luar Negeri China Hua Chunying.

"Jika pihak AS sedari awal meratifikasi dan mematuhi UNCLOS, maka saya pikir ini akan memberi manfaat lebih banyak lagi perlindungan perdamaian dan stabilitas di Laut Cina Selatan," tambahnya seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu (17/11/2018).

Karenanya, Chunying meminta AS tidak merusak kedaulatan dan kepentingan keamanan negara-negara pesisir di sepanjang Laut Cina Selatan dengan dalih kebebasan navigasi.

"Kami telah lama mengatakan bahwa kebebasan navigasi dan penerbangan di Laut Cina Selatan tidak pernah menemui masalah," kata Chunying.

Dikatakan oleh Chunying hingga saat ini tidak ada negara yang pernah memberikan bukti masalah dengan kebebasan navigasi atau penerbangan di Laut Cina Selatan.

"Dapat dilihat bahwa apa yang disebut masalah kebebasan navigasi tidak ada," kata Chuying.

Ia pun menyatakan posisi China sangat jelas.

"Pihak China bersedia untuk bergandengan tangan dengan negara-negara regional lainnya untuk memastikan kebebasan navigasi dan overflight dinikmati oleh semua negara di bawah hukum internasional," katanya.

Pernyataan Chunying menjawab apa yang dikatakan oleh Wakil Presiden AS Mike Pence dalam KTT ASEAN di Singapura. Saat itu Pence menyatakan AS akan terus berlayar dan terbang ke mana pun hukum internasional memungkinkan termasuk Laut China Selatan. Pence juga menegaskan bahwa Laut China Selatan bukan milik suatu bangsa.
(ian)
Berita Terkait
Dekati Kepulauan Paracel,...
Dekati Kepulauan Paracel, China Kirim Peringatan ke Kapal Berpeluru Kendali AS
Kirim Kapal Perang Berpeluru...
Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali, AS Tantang Klaim China di LCS
AS Sangkal Kapal Perangnya...
AS Sangkal Kapal Perangnya Diusir China di Laut China Selatan
Kapal Induk AS Gelar...
Kapal Induk AS Gelar Latihan di Laut China Selatan
AS: Undang-undang Maritim...
AS: Undang-undang Maritim Baru China Langgar Perjanjian Internasional
Pentagon Prihatin China...
Pentagon Prihatin China Gelar Latihan Militer di LCS
Berita Terkini
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
20 menit yang lalu
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
1 jam yang lalu
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
1 jam yang lalu
AS Mengebom Bandara...
AS Mengebom Bandara dan Jembatan Iran, Teheran: Seluruh Wilayah Timur Tengah Tanggung Akibatnya!
2 jam yang lalu
AS Lanjutkan Bombardir...
AS Lanjutkan Bombardir Iran 6 Hari Beruntun, Serang Bandara dan Jembatan
2 jam yang lalu
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
11 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved