AS Sambut Baik Penyelidikan Arab Saudi Terkait Kasus Khashoggi
Jum'at, 16 November 2018 - 09:54 WIB
AS Sambut Baik Penyelidikan Arab Saudi Terkait Kasus Khashoggi
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menyambut baik rincian penyelidikan Arab Saudi atas pembunuhan jurnalis The Washington Post, Jamal Khasoggi. AS menyebut apa yang dilakukan oleh Arab Saudi sebagai awalan yang baik.
Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Arab Saudi menyerukan lima orang untuk menerima hukuman mati dan mengungkapkan rincian penyelidikan sejauh ini.
"Kami menganggap pengumuman yang mereka buat sebagai langkah pertama yang baik, itu adalah langkah ke arah yang benar," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert seperti dikutip dari Arab News, Jumat (16/11/2018).
“Ini adalah temuan penyelidikan awal. Penting bahwa langkah-langkah itu terus diambil menuju akuntabilitas penuh,” imbuhnya.
Juru bicara sekaligus Jaksa Penuntut Umum Shalaan bin Rajih Shalaan mengatakan ada 21 orang yang ditangkap terkait kasus pembunuhan tersebut. Hasil penyelidikan menyimpulkan bahwa operasi pembunuhan diperintahkan oleh seorang perwira intelijen.
"Penyelidikan telah mengungkapkan bahwa orang yang memerintahkan pembunuhan itu adalah kepala tim perunding yang dikirim ke Istanbul oleh wakil kepala intelijen Jenderal Ahmed al-Assiri untuk memaksa Khashoggi kembali ke Arab Saudi dari pengasingannya sendiri," katanya.
Jenderal Assiri dan penasihat istana kerajaan Saud al-Qahtani telah dipecat atas kasus itu. Shalaan mengatakan Qahtani telah dilarang bepergian dan tetap diselidiki, tetapi dia tidak mengatakan apa yang terjadi pada Jenderal Assiri.
Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Arab Saudi menyerukan lima orang untuk menerima hukuman mati dan mengungkapkan rincian penyelidikan sejauh ini.
"Kami menganggap pengumuman yang mereka buat sebagai langkah pertama yang baik, itu adalah langkah ke arah yang benar," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert seperti dikutip dari Arab News, Jumat (16/11/2018).
“Ini adalah temuan penyelidikan awal. Penting bahwa langkah-langkah itu terus diambil menuju akuntabilitas penuh,” imbuhnya.
Juru bicara sekaligus Jaksa Penuntut Umum Shalaan bin Rajih Shalaan mengatakan ada 21 orang yang ditangkap terkait kasus pembunuhan tersebut. Hasil penyelidikan menyimpulkan bahwa operasi pembunuhan diperintahkan oleh seorang perwira intelijen.
"Penyelidikan telah mengungkapkan bahwa orang yang memerintahkan pembunuhan itu adalah kepala tim perunding yang dikirim ke Istanbul oleh wakil kepala intelijen Jenderal Ahmed al-Assiri untuk memaksa Khashoggi kembali ke Arab Saudi dari pengasingannya sendiri," katanya.
Jenderal Assiri dan penasihat istana kerajaan Saud al-Qahtani telah dipecat atas kasus itu. Shalaan mengatakan Qahtani telah dilarang bepergian dan tetap diselidiki, tetapi dia tidak mengatakan apa yang terjadi pada Jenderal Assiri.
(ian)