Terlibat Pembunuhan Khashoggi, 17 Warga Saudi Dijatuhi Sanksi AS

Jum'at, 16 November 2018 - 04:14 WIB
Terlibat Pembunuhan...
Terlibat Pembunuhan Khashoggi, 17 Warga Saudi Dijatuhi Sanksi AS
A A A
WASHINGTON - Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi terhadap 17 warga Arab Saudi yang dianggap terlibat dalam pembunuhan jurnalis pengkritik rezim Riyadh, Jamal Khashoggi.

Sanski itu diumumkan Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri Departemen Keuangan AS di situsnya, hari Kamis.

Dari 17 warga Saudi yang terkena sanksi Washington itu, dua di antaranya adalah Saud al-Qahtani, mantan ajudan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dan Mohammed Alotaibi, Konsul Jenderal Arab Saudi di Istanbul.

"Para pejabat Saudi yang kami sanksi terlibat dalam pembunuhan menjijikkan Jamal Khashoggi. Orang-orang ini yang menargetkan dan membunuh secara brutal seorang jurnalis yang tinggal dan bekerja di Amerika Serikat harus menghadapi konsekuensi atas tindakan mereka," kata Menteri Keuangan Steve Mnuchin seperti dikutip Reuters, Jumat (16/11/2018).

"Menuntut pemerintah Saudi mengambil langkah yang tepat untuk mengakhiri penargetan pembangkang politik dan jurnalis," ujar Mnuchin.

Menteri Luar Negeri Michael Pompeo mengindikasikan bahwa Departemen Luar Negeri akan terus mencari semua fakta yang relevan, berkonsultasi dengan Kongres AS, dan bekerja dengan negara-negara lain untuk meminta pertanggungjawaban terhadap mereka yang terlibat dalam pembunuhan Khashoggi.

Menurut Pompeo, individu yang ditargetkan dalam sanksi AS menduduki posisi di kerajaan dan beberapa kementerian Arab Saudi pada saat pembunuhan Khashoggi terjadi.

Sebelumnya pada hari Kamis itu, kantor Jaksa Penuntut Umum Arab Saudi menyatakaan akan menuntut hukuman mati kepada lima orang yang diduga memerintahkan pembunuhan Khashoggi dan melaksanakannya. Jika terbukti bersalah, para tersangka itu akan dihukum dipenggal.

Pihak berwenang Saudi sudah menahan 21 orang atas insiden pembunuhan Khashoggi, dengan 11 dari mereka menghadapi dakwaan.

Kantor Jaksa tersebut mengatakan mantan wakil kepala intelijen Jenderal Ahmed al-Assiri adalah pejabat tingkat tertinggi yang terlibat dalam komplotan tersebut.

Dia adalah orang yang memerintahkan "tim perunding" untuk melakukan perjalanan ke Istanbul dan membawa Khashoggi kembali ke Arab Saudi. Kepala "tim perunding" ini kemudian memberi perintah untuk membunuh Khashoggi jika operasi untuk meyakinkan pulang ke Saudi gagal.

Berbicara kepada wartawan di Riyadh, Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir menegaskan kembali bahwa Raja Salman tidak ada hubungannya dengan insiden tersebut.

Jubeir juga menolak seruan untuk penyelidikan internasional dalam kasus ini. "Riyadh memiliki badan investigasi sendiri yang bersifat profesional dan independen," katanya.
(mas)
Berita Terkait
Tunangan Khashoggi Peringatkan...
Tunangan Khashoggi Peringatkan Biden: Jangan Letakkan Minyak di Atas Prinsip
Anggota Dewan Kota Usulkan...
Anggota Dewan Kota Usulkan Nama Jalan Kedubes Saudi Diganti jadi Khashoggi
Jamal Khashoggi, Jurnalis...
Jamal Khashoggi, Jurnalis Arab Saudi yang Dibunuh Secara Misterius
Istri Khashoggi Desak...
Istri Khashoggi Desak Turki Serahkan Bukti Pembunuhan Suaminya
New York Times: Pembunuh...
New York Times: Pembunuh Khashoggi Terima Pelatihan Paramiliter di AS
Putra Mahkota Arab Saudi...
Putra Mahkota Arab Saudi Tiba di Turki, Kasus Khashoggi Ditutup?
Berita Terkini
Eropa Bagai Neraka Akibat...
Eropa Bagai Neraka Akibat Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas, Ini 5 Faktanya
59 menit yang lalu
Putin Klaim Armada Kapal...
Putin Klaim Armada Kapal Pemecah Es Rusia Tak Memiliki Pesaing
1 jam yang lalu
Houthi dan Milisi Irak...
Houthi dan Milisi Irak Kompak Serang Arab Saudi, Riyadh: Agresor Itu Didukung Iran
4 jam yang lalu
Dunia Harus Alihkan...
Dunia Harus Alihkan Perhatian ke Tepi Barat! Israel Terus Caplok Tanah Warga Palestina
6 jam yang lalu
10 Raja Terkaya di Dunia,...
10 Raja Terkaya di Dunia, Nomor 1 Punya Harta Tembus Rp700 Triliun
6 jam yang lalu
Suriah Mencari Kesepakatan...
Suriah Mencari Kesepakatan Keamanan dengan Israel, Apa Dipicu Ketakutan atau Trauma?
7 jam yang lalu
Infografis
3.000 Warga Israel Desak...
3.000 Warga Israel Desak Dunia Jatuhkan Sanksi pada Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved